oleh

Temukan Kesempatan Wirausaha Melalui Informasi Media Massa

Jika mengawasi berita-berita, betapa di sekarang ini pemerintah lagi menggalakkan rakyatnya menekuni ke dunia bisnis. Terbukti dari adanya Gerakan Kewirausahan Nasional (GKN) yang tahun kemudian bertemakan ‘Spirit Global Entrepreneurship’. Demi tujuan itu, pemerintah berjanji akan menggelontorkan Kredit Rakyat (KUR) yang bernilai Rp 25 triliun. (*Ref 1)Tentunya donasi pemerintah ini wajib disambar dan dibaca selaku motivasi berbisnis. Apalagi siapa pun berhak jadi berhasil tanpa kecuali. Prinsip ini bisa membangun motiviasi diri di saat bertujuan menekuni ke dunia bisnis. Setelah niat, selanjutnya yakni action! Yup, membuka usaha senantiasa mensyaratkan aksi-aksi konkret dalam upaya mewujudkan niat berusaha.Di sini kadang sumber masalahnya. Rata-rata kebingungan beraksi karena tak jua menerima potensi wirausaha yang oke. Anda tak sendiri! Banyak orang berhasrat punya kerja keras sendiri namun di di saat bersama-sama mengeluh tak bisa mencari respon gagasan kerja keras yang cocok.Secara teori, nyaris siapa pun sepakat gagasan bisnis berangkat dari respon menyanggupi keperluan manusia. Di mana ada kebutuhan, maka di situ bisnis bisa hidup. Adanya keperluan dengan sendirinya bikin permintaan. Nah, sesuai aturan pasar di mana ada usul maka di situ ada penawaran.Sayangnya, tidak sedikit kandidat pengusaha yang terjebak dengan kewajiban bikin gagasan dunia bisnis yang orisinal. Padahal, tidak diharamkan ‘mencontek’ jenis bisnis yang sudah lebih dahulu eksis. Bisa jadi bisnis-bisnis yang apalagi dahulu eksis tak bisa mengimbangi usul pasar. Ketika ada gap di situ, maka dengan sendirinya kita sudah menerima potensi wirausaha.

Bagaimana cara menerima potensi di dunia bisnis?

Tinggal cermati beragam bisnis yang apalagi dahulu eksis. Misalnya saja rental komputer, furniture, laundry, bengkel, minimarket, katering, sablon kaos, mainan anak, dan lain sebagainya. Dari beragam opsi itu, kemudian tentukan mana yang sesuai dengan kapasitas diri kita sendiri. Pantau juga mana bisnis yang masih belum sepenuhnya menyanggupi usul pasar.Yang tak kalah penting, diagnosis juga kehabisan dan kegagalan bisnis yang dijalankan orang lain sehingga memancing kreativitas kita untuk memodifikasi bisnis tersebut. Semua kesibukan itu sejatinya wangsit bisnis yang pada gilirannya menolong menerima potensi wirausaha.Selain itu, wangsit bisnis juga didapat dari banyak sekali pemberitahuan yang tersaji di media massa. Informasinya jangan terpaku seputar dongeng berhasil orang lain, namun lihat fenomena unik yang diberitakan media massa. Misalnya saja di saat ramai isu kue anak tercemari zat pewarna atau pengawet yang membahayakan kesehatan. Isu itu dapat dibaca selaku potensi wirausaha kue bebas pengawet maupun pewarna dengan mempergunakan keperluan orangtua akan makanan yang sehat bagi buah hatinya.Jika potensi di dunia kerja keras sudah didapatkan, langkah selanjutnya yakni mencari permodalan. Sadar dana langsung tak bisa menggenapi keperluan modal, tak ada salahnya cari dana pinjaman. Mungkin yang paling terkenal yakni pinjaman kredit. Seperti ditulis di awal, pemerintah berjanji akan jor-joran menggelontorkan kredit modal usaha. Manfaatkanlah jadwal pemerintah ini.Atau mungkin kepikiran menegaskan pinjaman modal kerja keras tanpa agunan. Itu juga sah-sah saja selama nilai pinjamannya sanggup menopang permodalan. Kalau pun tidak ingin bermasalah dengan bank atau forum pembiayaan, bisa melirik saudara atau keluarga sendiri untuk pinjam duit cepat. Ayo, jangan tunda niat menekuni ke dunia bisnis. Jika bisa hari ini kenapa mesti menanti hari esok!*Ref 1: http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2013/03/18/8852.htmlTags : , ,

News Feed