Tempat Pinjam Uang Tanpa Bunga

Tempat Pinjam Uang Tanpa Bunga dan tak perlu bayar dari Pemerintah (BPUM) lewat bri

Diposting pada

Tempat Pinjam Uang Tanpa Bunga dan tak perlu bayar dari Pemerintah

Bagi Warga yang membutuhkan berita mengenai bantuan langsung tunai dari pemerintah dalam bentuk program bpum , masih akan lanjutan untuk tahap 2 dan 3 yang akan dicairkan pada januari 2021. untuk melihat apa ktp anda penerima yang mendapat BLT UMKM senilai Rp 2,4 juta secara online melalui eform.bri.co.id/bpum. tetap tenang bagi yang belum dapat , Untuk masyarakat yang ingin dapat bantuan ini bisa mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 juta harus mendaftar terlebih dahulu. Menteri Koperasi dan UKM konfirmasi terkait bantuan bri bpum ini, Teten Masduki, mengatakan program Banpres atau BLT UMKffM sebesar Rp 2,4 juta akan diperpanjang hingga tahun depan atau minimal pada kuartal I-2021. Hal tersebut terjadi karena melihat jumlah peminat BLT UMKM yang masih cukup tinggi. Nantinya, mereka hanya cukup memasukkan nomor KTP dan kode verifikddasi yang sudah tertera. “Kami melihat ada sebanyak 28 juta pelaku UMKM yang mendaftar untuk menerima bantuan ini.” “Sementara jumlah pelaku UMKM yang ditargetkan untuk menerima bantuan ini hanyalah 12 juta pelaku usaha.” “Oleh sebab itu, kami akan terus melakukan evaluasi untuk dilanjutkannya program ini hingga tahun depan atau setidaknya hingga kuartal I-2021,” ujar Teten saat diskusi webinar 82 Tahun Sinar Mas, Kamis (12/11/2020), dikutip dari Kompas.com. Teten menambahkan, walaupun pelaku UMKM belum memiliki rekening, masih bisa tetap mendaftar. agar yang butuh uang, hati-hati terkait tempat pinjam uang yang berbunga kami akan mengulas lebih lanjut soal Tempat Pinjam Uang Tanpa Bunga

 

Tempat Pinjam Uang Tanpa BungaSaat terdesak dan butuh uang dengan cepat, maka meminjam uang menjadi salah satu solusi yang banyak dipilih oleh masyarakat. Akan tetapi dengan bunga pinjaman yang tinggi yang dibebankan, tentu akan membuat anda berpikir berulang kali sebelum mengajukan pinjaman. Apalagi jika bunga pinjaman yang diterapkan sangat tinggi dan tidak ssesuai dengan kemampuan finansial, bukan tidak mungkin anda malah akan menumpuk hutang nantinya. Lalu adakah tempat pinjam uang tanpa bunga yang bisa dijadikan rekomendasi?

Sebenarnya ada beberapa lembaga keuangan, baik bank maupun non bank yang menawarkan pinjaman uang tunai tanpa memberikan bunga. Namun ada persyaratan-persyaratan yang memang harus anda penuhi agar pinjaman dapat disetujui. Nah pada kali ini, akan dijelaskan beberap macam tempat pinjam uang tanpa bunga yang dapat anda kunjungi sehingga anda tidak salah alamat.

Pinjam Dari Keluarga, Kerabat Atau Teman

Jika berbicara tentang pinjaman uang tanpa bunga dan jaminan, maka hal pertama yang mungkin terlintas di pikiran banyak orang adalah meminjam kepada keluarga, kerabat, atau teman. Pinjaman ini tentunya akan memungkinkan anda untuk melakukan pinjaman riba. Anda bisa mendapatkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan mudah.  Selain itu, jangka waktu pengembalian juga bisa anda tentukan sendiri. Tentunya ini akan sangat berbeda dari meminjam uang di bank atau fintech lainnya, dimana peminjam harus memberikan jaminan sebagai syarat pinjaman serta membayar bunga pinjaman setiap bulannya.

Meskipun mudah, namun tetap ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat ingin meminjam kepada keluarga, kerabat, atau teman. Supaya aman, anda bisa meminjam dana tersebut kepada keluarga atau teman terdekat yang mempunyai modal yang cukup kuat. Sebelum meminjam, akan lebih baik untuk melakukan persetujuan antara kedua belah pihak. Pastikan jika kerabat, keluarga, atau teman anda tersebut memang ikhlas dan mampu untuk memberikan pinjaman. Namun setelah mendapatkan pinjaman tersebut, bukan berarti jika anda hanya bersantai-santai saja dan tidka memiliki tanggung jawab untuk mengembalikannya.. Secara sederhana, anda sudah membuat perjanjian tertulis yang disepakati tentang proses pinjaman dan kebutuhan yang akan dilaksanakan. Sehingga anda ahrus mengikuti perjanjian yang sudah anda buat sendiri.

Biasanya kita mungkin akan merasa tidak enak saat meminjam uang kepada keluarga maupun teman karena sering bertemu dan kebetulan anda bisa belum membayar pinjaman. Kondisi seperti ini bisa membuat anda merasa canggung dan selalu menghindar untuk tidak ketahuab. Akan tetapi akan lebih baik untuk berkata dengan sejujurnya jika memang anda belum bisa mengembalikan dana untuk sementara waktu, jika anda memberikan penjelasan dengan jujur dan detail bukan tidak mungkin jika kerabat atau teman anda akan mengerti.

Gunakan Komitmen Dan Etika

Kunci dalam meminjam uang kepada keluarga, kerabat, maupun teman adalah komitmen dan etika. Meskipun mudah, namun anda jangan menyepelekan begitu saja pinjaman yang anda lakukan. Perlu anda ketahui jika meminjam uang kepada keluarga, kerabat, maupun teman bisa berakibat buruk bagi hubungan persaudaran jika tidak diperhatikan dengan baik. Sehingga pinjamlah uang saat anda memang benar-benar perlu untuk meminjam. Bukan untuk sesuatu hal yang sifatnya konsumtif apalagi jika anda tahu jika orang yang menyediakan pinjaman untuk anda memiliki gaya hidup yang sederhana saja. Sehingga baik-baiklah dalam mengelola pinjaman yang diberikan kepada keluarga maupun teman anda dan pastikan untuk segera mengembalikannya saat anda sudah memiliki uang.

Meminjam Di Bank Syariah

Pilihan lainnya untuk tempat pinjam uang tanpa bunga yang bisa anda coba adalah melalui bank-bank berbasis syariah. Saat ini di Indonesia sudah banyak bank-bank yang menerapkan sistem syariah yang menawarkan pinjaman tunai bagi nasabahnya. Apalagi dengan kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Muslim, perkembangan bank syariah cukup pesat.

Konsep Bagi Hasil

Meminjam di bank syariah memang tidak akan membebankan bunga pada nasabahnya, namun bank syariah memiliki konsep bagi hasil yang mana menjadi alternatef dalam pembiayaan. Sistem ini berdasarkan pada penetapan awal maupun sesuai akad yang sudah disetujui di awal. Dan akan terus meningkat seiring dengan besarnya keuntungan perusahaan. Berbeda dengan bunga pinjaman, ada beberapa konsep bagi hasil yang perlu diketahui, antara lain:

  • Pemilik dana yang menanamkan uang di lembaga keuangan memiliki peran sebagai pengelola
  • Pengelola dana akan berinvestasi sejumlah dana pada usaha atau proyek yang layak, sesuai dengan aspek syariah yang sama-sama menguntungkan
  • Terdapat kesepakatan antara kedua belah pihak yang berisikan tentang ruang lingkup kerja sama, besar ratio bagi hasil, jumlah dana, dan jangka waktu kesepatan

Dan ada beberapa bentuk akad dalam proses pinjaman di bank syariah, antara lain adalah:

  • Akad Mudharabah Menghimpun Dana

Akad kerja sama nasabah (pihak pertama) sebagai pemilik dana dengan bank syariah (pihak kedua) sebagai pengelola dana. Sistem kerja sama ini adalah dengan membagi keuntungan usaha sesuai kesepakatan yang sudah dituliskan dalam akad.

  • Akad Mudharabah Pembiayaan

Akad kerja sama sebuah usaha, dimana bank syariah (pihak pertama) akan menyediakan modal dan nasabah (pihak kedua) sebagai pengelola dana. Sistem kerja sama ini adalah membagi hasil keuntungan usaha yang sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Sedangkan untuk kerugian akan ditangguh bank syariah sepenuhnya, terkecuali pihak kedua melakukan suatu kesalahan yang disengaja, lalai, maupun menyalahi perjanjian.

  • Akad Musyarakah

Akad kerja sama yang berlangsung antara dua pihak atau lebih dalam sebuah usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan porsi modal dengan ketentuan jika hasil keuntungan anntinya dibagi sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat dan untuk kerugian akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi modal masing-masing.

  • Akad Murabahah

Akad pembiayaan sebuah barang dan menegaskan harga beli barang tersebut kepada pembeli. Pembeli akan membayar barang dengan harga lebih sebagai keuntungan yang sudah disepakati.

Perbedaan Sistem Bunga Pinjaman (Bank Konvensional) dan Sistem Bagi Hasil (Bank Syariah)

Sistem BungaSistem Bagi Hasil
Penetapan bunga dibuat pada saat awal pembukaan rekening dan harus selalu menghasilkan keuntungan (untuk tabungan)Besar ratio sudah disepakatai di awal akad dan dibuat dengan pedoman kemungkinan untung dan rugi
Perhitungan didasarkan dengan jumlah pokok dana yang tersimpan dalam rekening nasabah di bank tersebutBear ratio dihitung berdasarkan jumlah keuntungan yang didapatkan
Ada pengaruh suku bunga Bank Indonesia, terutama untuk bunga pinjamanRatio tidak akan berubah sepanjang akad perjanjian pinjaman yang sedari awal dibuat masih berlaku
Jumlah pembayaran bunga pada tabungan selalu tetap meskipun pihak bank mendapatkan keuntungan besarBesar laba yang didapatkan tergantung pada keuntungan yang didapatkan oleh pihak bank. Sehingga jika keuntungan bank semakin meningkat maka laba yang diterima juga semakin meningkat

Aturan Dalam Mengajukan Pinjaman Di Bank Syariah

Setiap bank-bank syariah ini mempunyai produk pinjaman dana syariah yang masing-masing berbeda dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Namun sebelumnya, ada beberapa aturan dalam peminjaman uang di bank syariah yang perlu anda ketahui.

  1. Melengkapi Persyaratan Administrasi

Seperti halnya bank-bank konvensional, proses pengajuan pinjaman di bank syariah juga memberlakukan syarat-syarat kepada calon nasabahnya. Dan yang paling utama adalah persyaratan administrasi dokumen, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Jika anda sudah memiliki pekerjaan, maka bank akan meminta persyaratan berupa surat keterangan gaji dari tempat anda bekerja, slip gaji, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dan persyaratan-persyaratan tersebut harus anda penuhi jika ingin pengajuan pinjaman anda disetujui.

  1. Konsultasikan Tentang Pinjaman

Saat anda sudah memutuskan mengajukan pinjaman uang di bank syariah, maka langka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah dengan mendatangi kantor bank tersebut dan berkonsultasi mengenai aturan peminjaman syariah yang tepat untuk aadna serta jumlah pinjaman yang dibutuhkan. Disini juga akan menentuka berapa besaran pinjaman yang dapat dikeluarkan sesuai dengan kemampuan finansial anda.

  1. Perhatikan Syarat Pinjaman

Tak seperti bank-bank konvensional,  umumnya bank syariah memiliki peraturan tersendiri untuk pinjaman yang berikan kepada nasabah. Ketentuan tersebut dapat berkaitan dengan minimal jangka waktu peminjaman, maksimal jangka waktu peminjaman, status pegawai, tidak memiliki masalah dengan hukum, jumlah pinjaman dan lainnya.

  1. Menandatangani Persetujuan Pinjaman Dana

Setelah semua persyaratan yang diberikan sudah anda penuhi dengan baik, maka langka selanjutnya dalam proses pinjaman di bank syariah ini adalah pihak bank akan memberikan surat perjanjian pinjaman yang harus ditandatangani oleh pihak bank dan peminjam. Di dalam surat juga berisikan tentang ketentuan bagi hasil dan konsekuensi jika terjadi kasus penipuan ataupun kecurangan oleh salah satu pihak.

  1. Penerimaan Pinjaman

Setelah perjanjian pinjaman sudah disetujui oleh kedua belah pihak, maka pinjaman akan dicairkan oleh pihak bank dan diterima oleh pihak peminjam. Setelah itu, uang pinjaman syah menjadi miliki peminjam dan bisa digunakan untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya.

  1. Pengembalian Pinjaman

Pada saat uang pinjaman telah dicairkan, maka hal selanjutnya yang harus diperhatikan oleh nasabah adalah mengenai pengembalian pinjaman. Ketika uang pinjaman yang dijadikan modal sudah digunakan untuk membuka usaha, maka keuntungan yang didapatkan dari usaha akan cukup besar. Karena itulah anda wajib untuk membagi hasil keuntungan kepada pihak bank sesuai dengan perjanjian yang sudah disetujui sebelumnya. Karena di dalam bank syariah tidak terdapat bunga pinjaman yang harus anda bayar, maka pengembalian akan dilakukan dengan sistem bagi hasil.

Bank Syariah Yang Menawarkan Pinjaman

Di Indonesia sendiri, ada beberapa bank syariah yang memiliki produk pinjaman yang ditawarkan kepada calon nasabah, antara lain seperti:

Bank Mandiri Syariah

Bank Mandiri Syariah mempunyai produk KPR yang mana memiliki cicilan terendah dibandingkan bank-bank syariah lainnya yang ada di Indonesia. Pinjaman ini adalah pembiayaan untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang yang berkaitan dengan pembelian rumah dengan sistem akad murabahah atau jual beli. Selain itu, bank Mandiri Syariah juga mepunyai produk pinjaman tanpa agunan yang cara kerjanya cukup unik atau dikenal sebagai BSM Implan. Mekanisme dari produk BSM Implan ini adalah diberikan secara massal dengan minimum 10orang kepada pegawai tetap dalam perusahaan tertentu.

Bank BNI Syariah

Ada 2 produk pinjaman tanpa jaminan yang ditawarkan oleh pihak bank BNI Syariah, yaitu BNI Emas IB Hasanah dan BNI Griya IB Hasanah.

Untuk BNI Griya IB Hasanah menawarkan produk pinjaman syariah yang dapat digunakan pembiayaan seperti membeli, membangun, maupun merenovasi rumah. BNI syariah menggunakan prinsip Murabahah, dimana sistem perjanjiannya menyebutkan pihak bank BNI syariah berperan sebagai penyalur dana yang akan membeli barang/jasa yang dibutuhkan nasabah dan kemudian akan dijual kembali kepada nasab. Dan untuk keuntungan yang diambil sesuai dengan kesepakatan awal yang sudah dibuat oleh kedua pihak. Selain itu, BNI Syariah juga menawakan pembiayaan KPR dengan maksimal 5 Milyar Rupiah. Namun pihak bank tetap akan melihat dari kemampuan nasabah tentang sistem pembayarannya. Dan untuk persyaratan yang harus dipenuhi antara lain adalah:

  • Warga Negara Indonesia berusia minimal 21 tahun
  • Memiliki penghasilan tetap dengan masa kerja min 2 tahun
  • Mengisi formulir serta melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan

Dan untuk angsuran per bulannya, karena tidak menggunakan sistem riba maupun bunga maka cicilan yang dibayarkan setiap bulannya adalah sama hingga pengembalian kredit telah selesai sesuai dengan akad di awal.

Sedangkan untuk BNI Emas IB hasanah merupakan fasilitas pembiayaan yang ditawarkan kepada nasabah untuk membeli logam mulia emas dalam bentuk batangan. Dan untuk pembiayaan akan diangsur per bulan melalui akad Murabahah. Untuk maksimum pembiayaan yang ditawarkan hingga 150 juta rupiah dengan margin yang kompetitif. Untuk persyaratan yang diajukan antara lain adalah:

  • Warga Negara Indonesia berusia 21-55 tahun
  • Memiliki penghasilan tetap
  • Berstatus sebagai pegawai aktif/pengusaha/professional

Bank Muamalat Syariah

Sama seperti bank syariah lainnya, bank Muamalat Syariah juga menawarkan produk pinjaman yaitu iB Muamalat Multiguna. Produk pinjaman ini merupakan produk pembiayaan yang bisa membantu para nasabah untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa konsumtif seperti untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, kepemilikan sepeda motor, dan lainnya. Terdapat 2 pilihan akad yang ditawarkan yaitu akad murabahah atau ijarah Multijasa. Untuk syarat pengajuan antara lain adalah:

  • Nasabah perorangan
  • Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun saat jatuh tempo pembiayaan
  • Ada perjanjian kerja sama yang berkaitan dengan payroll serta penyaluran pembiayaan multiguna
  • Status karyawan tetap dan minimal sudah bekerja 3 tahun
  • BI Checking selama 6 bulan terakhir lancar
  • Melengkapi dokumen yang dibutuhkan seperti formulir permohonan pembiayaan, fotokopi KTP, fotokopi KK, Surat Nikah (jika sudah berstatus menikah), slip gaji&surat keterangan kerja, surat rekomendasi langsung dari atasan, NPWP, fotokopi legalitas agunan

Pinjaman di bank Muamalat Syariah menawarkan banyak sekali keuntungan dengan plafond pembiayaan yang besar, jangka waktu pembiayaan hingga maksimal 5 tahun, pembiayaan hingga maksimal 50 juta rupiah tanpa agunan, uang muka ringan, angsuran tetap hingga kredit akhir sesuai perjanjian, dan masih banyak lainnya.

Bank BRI Syariah

Bank BRI Syariah juga menawarkan pinjaman tanpa bunga yang bisa anda jadikan sebagai tempat pinjam tanpa bunga lainnya. ada beberapa produk layanan pinjaman syariah yang ditawarkan oleh bank BRI syariah, antara lain adalah:

  • KPR BRISyariah iB, pinjaman BRI syariah ini ditujukan bagi nasabah yang ingin membeli property seperti rumah, ruko, apartemen, rukan, kavling, pembangunan, take over, renovasi hingga untuk pembiayaan berulang. Pinjaman ini menggunakan pedoman prinsip jual-beli atau sewa menyewwa. Plafond yang ditawarkan adalah 25 juta rupiah hingga 3,5 Miliar rupiah, dengan uang muka minimal 10%. Jangka waktu pengembalian pembiayaan berlaku 12 bulan hingga 15 tahun. Sedangkan untuk pembiayaan tanah klaving maksimal 5 tahun
  • KPR Sejahtera BRISyariah iB, pinjaman BRI syariah ini ditujukan bagi nasabah yang ingin membeli property. Beda dengan KPR BRISyariah IB, produk pinjaman ini mendapatkan bantuan dana dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP. Sehingga ditujukan bagi masyarakat dengan penghaislan rendah atau sekitar 4 juta rupiah/bulan.
  • KKB BRISyariah iB, pinjaman BRI Syariah yang menawarkan kredit mobil tanpa bunga. Cara kerja dari produk pinjaman ini menggunakan pedoma prinsip jual-beli. Dimana pinjaman yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk membeli mobil baru maupun bekas. Plafond kredit yang ditawarkan 50 juta rupiah hingga 1 miliar. Uang muka yang harus disiapkan adalah 30% dari harga beli kendaraan. Dengan waktu pelunasan mulai dari 1 tahun sampai 5 tahun. Dan usia kendaraan ketika jatuh tempo adalah maksimal 8 tahun.
  • KMF BRISyariah iB, pinjaman BRI Syariah yang ditawarkan khusus bagi karyawan dengan plafond kredit hingga 500 juta rupiah dan waktu tenor maksimal 15 tahun. Produk pinjaman ini menggunakan prinsip murabahah wal wakalah serta  ijarah wal wakalah.

Bank BCA Syariah

Bank syariah lainnya yang menawarkan pinjaman tanpa bunga adalah Bank BCA Syariah. Ada beberapa produk pinjaman yang ditawarkan BCA Syariah kepada pada nasabah nya dengan jenis akad yang digunakan merupakan akad murabahah, pihak bank sebagai pihak pertama memenuhi kebutuhan nasabah terlebih dahulu. Kemudian dikembalikan dengan harga normal dan margin keuntungan yang sudah disepakati pada saat akad. Dan untuk waktu pembayaran pinjaman bisa maksimal hingga 20 tahun.

Pegadaian Syariah

Lembaga non bank yang juga menawarkan pinjaman tanpa bunga ialah pegadaian Syariah. Selama ini pegadaian dikenal sebagai lembaga yang melayani penggadaian barang untuk bisa mendapatkan pinjaman. Disini nasabah bisa menggadaikan berbagai barang yang dimiliki saat benar-benar membutuhkan uang mendesak. Begitupula dengan pegadaian syariah, anda bisa mengajukan pinjaman tanpa bunga saat sedang membutuhkan dana dengan cepat. Dalam proses di pegadaian syariah memang menggunakan akad pinjaman. Namun setiap keuntungan yang diambil harus didapatkan dari proses jual beli. , baik itu jual beli barang manupun manfaat atas benda/jasa. Berikut ini beberapa jenis pembiayaan yang ditawarkan oleh Pegadaian Syariah yang bisa anda ketahui.

Gadai Syariah

Pembiayaan Gadai Syariah atau RAHN merupakan solusi yang tepat bagi anda yang membutuhkan dana cepat yang sesuai dengan syariah. Persyaratan untuk mengajukan RAHN juga mudah, yaitu fotokopi  KTP atau identitas lainny dan menyerahkan jaminan , misalnya saja untuk kendaraan bermotor anda bisa membawa BPKP kendaraan. Proses nya juga terbilang cepat, hanya 15 menit saja dana bisa cair. Jaminan yang diberikan bisa berupa barang elektronik, perhiasan, maupun kendaraan bermotor.

Keunggulan dari produk RAHN ini adalah sydah tersedia di seluruh outlet Pegadaian Syariah yang ada di Indonesia. Untuk pinjaman atau marhun Bih yang ditawarkan mulai dari 50.000 hingga 200 juta rupiah bahkan bisa lebih. Dan untuk jangka waktu pinjaman adalah 4 bulan dan bisa diperpanjang. Caranya nasabah bisa membayar iajroh saja maupun mengangsur sebagian dari uang pinjaman. Pelunasan bisa dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan perhitungan ijaroh selama jangka waktu peminjaman dan tanpa perlu membuka rekening. Untuk barang yang digadaikan tentu saja dijamin tersimpan aman di Pegadaian.

Amanah

Merupakan jenis pembiayaan yang ditawarkan oleh Pegadaian Syariah dengan prinsip syariah dan dikhususkan bagi karyawan tetap atau pengusah mikro yang ingin membeli motor dan mobil dengan cara mengangsur. Persyaratan pengajuan produk Amanah ini juga cukup mudah, yaitu bekerja sebagai pegawai tetap dalam instansi pemerintah/swasta selama minimal 2 tahun, fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, fotokopi SK pengangkatan sebagai karyawan tetap, surat rekomendasi dari atasan, slip gaji selama 2 bulan terakhir, mengisi formulir, membayar uang muka sesuai dengan kesepakatan, dan menandatangani akad.

Keunggulan dari produk ini adalah layanan Amanah sudah tersedia di seluruh outlet Pegadaian Syariah yang ada di Indonesia, uang muka sangat terjangkau, nilai angsuran tetap, jangka waktu tenor 12-60 bulan, transaksi yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Arrum haji

Pembiayaan Arrum Haji merupakan layanan khsuus yang diberikan kepada nasabah untuk membantu memudahkan dalam memperoleh porsi haji. Persyaratan untuk produk pinjaman ini adalah nasabah sudah memenuhi persyaratan sebagai pendaftar haji dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk. Jaminan emas dengan minimal 15gr (logam mulia) dan 20 gr untuk emas perhiasan. Keunggulan dari produk Arrum haji ini adalah nasabah bisa mendapatkan tabungan haji dengan cepat sekaligus mendapatkan nomor porsi haji, emas maupun logam mulia yang dijadikan jaminan aman tersimpan dalam Pegadaian, jaminan emas bisa digunakan untuk melunasi biaya haji ketika lunas, dan biaya pemeliharaan barang jaminan cukup terjangkau.

Arrum BPKP

Pembiayaan Arrum atau Ar Rahn Untuk Usaha Mikro merupakan layanan yang memudahkan pengusahan-pengusaha kecil yang ingin mendapatkan modal usaha dengan menggunakan jaminan kendaraan. Kendaraan yang digunakan sebagai jaminan tetap berada pada pemiliknya sehingga dapat digunakan untuk usaha maupun aktivitas sehari hari. Untuk persyaratan produk ini cukup mudah, nasabah harus memiliki usaha yang pastinya memenuhi kriteria “layak” dan sudah berjalan selama 1 tahun. Selain itu, dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti fotokopi KTP, KK, BPKP asli, Faktur Pembelian, dan fotokopi STNK wajib untuk diserahkan.

Keunggulan produk ini adalah sudah tersedia di seluruh outlet Pegadaian Syariah yang ada di Indonesia, prosuder pengajuan pinjaman sangat mudah, jaminan yang diberikan hanya perlu BPKP kendaraan bermotor saja, proses pengajuan pinjaman singkat hanya butuh 3hari, biaya pemeliharaan jaminan hanya 0,7% dari nilai agunan yang dibayarkan setiap bulannya,  jangka waktu pinjaman juga bervariasi mulai dari 12, 18, 24, hingga 36 bulan, dan pelunasan pinjaman bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Kartu Kredit Syariah

Anda juga bisa menggunakan kartu kredit syariah untuk bisa mendapatkan pinjaman dengan cepat tanpa terkena bunga. Seiring dengan semakin berkembangnya perbankan berbasih syariah di Indonesia, inovasi terkait produk-produk yang menerapkan prinsip syariah juga semakin bervariasi, salah satunya yaitu kartu kredit syariah. Kartu Kredit Syariah atau bithaqah al-l’timan sebenarnya merupakan kartu kredit yang berfungsi seperti kartu kredit konvensional pada umumnya. Hanya saja perbedaannya adalah terkait dengan kebijakan yang digunakan. Kartu kredit syariah memiliki ikatan dengan peraturan yang mengacu pada prinsip dan kebihakan syariah. Seluruh kebijakan dan peraturan syariah ini tertulis dalam Ketentuan Umum Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Sehingga dapat dikatakan jika kartu kredit konvensional dan kartu kredit syariah sama-sama mempunyai manfaat dan fungsi yang sama namun aturan dan kebijakan yang diterapkan berbeda.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kartu kredit syariah menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaannya. Dan tentu saja, penggunaan kartu kredit syariah ini sama sekali tidak membebankan bunga bagi penggunanya. Sebagai pengganti bunga, diterapkan beberapa akad di dalam kartu kredit syariah. Dan ada beberapa akad yang digunakan dalam kartu kredit syariah, antara lain adalah:

  • Kafalah, atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti penjamin transaksi. Dengan kata lain, pihan bank syariah yang menerbitkan kartu kredit memiliki tanggung jawab penuh sebagai penjamin untuk berbagai macam transaksi keuangan yang dilakukan nasabah sebagai pemegang kartu kredit syariah. Perbankan akan berlaku sebagi lembaga penjamin yang akan mendapatkan keuntungan berbentuk fee atau ujrah yang berasal dari nasabah melalui penggunaan jasa tersebut.
  • Qardh, merupakan akad pemberian pinjaman antara pihak bank syariah dengan pihak nasabah sebagai pengguna kartu kredit. Untuk ketentuan, nasabah wajib untuk mengembalikan dana pinjaman yang diterimanya pada jangka waktu yang sudah disepakati. Jenis akad ini seperti fitur pinjaman yang membuat nasabah bisa menarik uang cash melalui kartu kredit syariah
  • Ijarah, pada jenis akad ini diterapkan biaya keanggotaan atau iuran tahunan yang diterapkan oleh pihak bank syariah kepada nasabah yang menggunakan kartu kredit syariah. Akad ijarah merupakan imbalan atas layanan yang diberikan pihak bank yang berbentuk kartu kredit syariah. Akad ijarah ini juga dikenal  sebagai member fee yang mana jumlahnya bersifat tetap serta sudah dijelaskan pada saat awal pengajuan aplikasi kartu kredit.
  • Sharf, merupakan fitur transaksi yang difasilitasi oleh bank syariah kepada nasabah yang menggunakan mata uang asing. Fitur ini bisa dimanfaatkan seperti kartu kredit konvensional ketika digunakan ke luar negeri

Keuntungan Kartu Kredit Syariah

Meskipun mempunyai manfaat dan fungsi yang sama, namun secara umum kartu kredit syariah benar-benar menerapkan semua kebijakannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Lalu apa saja keuntungan dengan menggunakan pinjaman melalui kartu kredit syariah? Berikut ini penjelasannya.

  1. Mempunyai Dasar Perjanjian Yang Sesuai Dengan Prinsip Syariah

Salah satu keuntungan utama yang dimiliki oleh kartu kredit syariah ini adalah dasar perjanjian yang ada sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Perjanjian di dalam kartu kredit memberi ketentuan yang sangat jelas untuk nasabah sehingga tidak memunculkan ketidak jelasan maupun kecurangan di dalamnya. Semuanya dijabarkan dengan detail untuk meningkatkan transparansi antara nasabah dan pihak bank.

  1. Tidak Diterapkan Sistem Bunga

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak ada penerapan sistem bunga dalam penggunaan kartu kredit syariah. Tentu ini akan sangat menguntungkan, jika anda bandingkan dengan kartu kredit konvensional, anda bisa melihat jika beban bunga yang ditawarkan cukup tinggi dan terkadang bisa memberatkan. Namun sebagai gantinya, kartu kredit syariah menggunakan sistem akad seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

  1. Biaya Administrasi Kecil

Keuntungan lainnya dari penggunaan kartu kredit adalah biaya administrasi yang dibebankan kepada nasabah jauh lebih kecil jika dibandingkan pada kartu-kartu kredit konvensional. Biaya ini tentunya akan berbeda setiap bulannya dikarenakan perhitungan berdasarkan pada transaksi serta aktivitas kartu kredit yang digunakan pada bulan tersebut. Berbeda dengan kartu kredit konvensional, dimana biaya administrasi yang dibebankan akan sama besar pada setiap bulannya.

  1. Jangkauan Luas

Meskipun kartu kredit yang berbasih syariah, namun jangan salah sangka jika kartu kredit ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Anda bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, seperti melunasi tagihan listrik, air, dan telepon, bahkan bisa anda gunakan untuk membeli tiket pesawat maupun melakukan tarik tunai di ATM. Kartu Kredit Syariah juga sudah didukung dengan Mastercard Internasional sehingga dapat digunakan saat bepergian di luar negeri pada mesin-mesin ATM yang memiliki logo Cirrus atau MasterCard. 

  1. Sistem Amal Melalui Denda

Pada kartu kredit konvensional, akan diterapkan denda kepada nasabah yang telat dalam melakukan pembayaran cicilan setiap bulannya. Pada kartu kredit syariah, ini dikenal dengan nama Tawidh. Sama seperti pada kartu kredit konvensional, perhitungan tawidh ini berdasarkan persentase tagihan yang terlambat, termasuk juga biaya-biaya fee yang dikeluarkan oleh bank syariah saat proses penagihan. Namun letak perbedaannya adalah pada kartu kredit syariah, denda atau tawidh tersebut akan disumbangkan sepenuhnya untuk lembaga sosial. Sehingga dapat dikatakan jika anda sedang beramal.

  1. Tarik Tunai Melalui ATM

Sama dengan fitur pada kartu kredit konvesional, kartu kredit syariah kini juga dilengkapi dengan fitur tarik tunai yang bisa dilakukan via ATM. Namun perbedaannya adalah anda akan dikenakan biaya yang lebih rendah saat menarik tunai dengan menggunakan kartu kredit syariah. Bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan tarik tunai menggunakan kartu kredit konvensional.

  1. Sesuai Dengan Prinsip-Prinsip Syariah

Dan keuntungan lainnya dari penggunaan kartu kredit syariah ini adalah kebijakan dan aturan yang berlaku mengikuti prinsip-prinsip syariah Indonesia merupakan Negara yang memiliki penduduk dengan mayoritas terbesar beragama Muslim. Sehingga inilah yang mendorong Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia menetapkan sebuah produk perbankan yang baru dan sesuai dengan kaidah-kaidah dalam agama islam. Sehingga tak heran jika ada batasan-batasan tertentu dalam penggunaan kartu kredit syariah, misalnya saja tidak bisa digunakan untuk membeli minuman keras maupun digunakan di dalam pub atau diskotik.

Bank Syariah Yang Menawarkan Produk Kartu Kredit Syariah

Jika sebelumnya sudah membahas rinci tentang penggunaan kartu kredit syariah, maka kini akan dijelaskan mengenai bank-bank syariah yang menawarkan produk kartu kredit syariah yang dapat dijadikan pilihan. Setidaknya, 2 bank syariah ini sudah memberikan layanan kartu kredit berbasis. Syariah.

CIMB Niaga Syariah

Produk kartu kredit yang dikeluarkan oleh CIMB Niaga Syariah ini adalah CIMB Niaga Master Card  Syariah Gold. Kartu kredit syariah ini menerapkan 4 akad sekaligus, antara lain adalah akad kafalah, akad ijarah, akad qardh, dan akan sharf. Sehingga bagi anda yang mencari kartu kredit yang menganut nilai-nilai syariah, maka kartu kredit ini bisa dijadikan pilihan. Selain itu, kartu kredit dari CIMB Niaga Syariah ini dapat digunakan saat bepergian ke luar negeri karena sudah melakukan kerja sama dengan MasterCard Internasional.

 BNI Syariah

Salah satu bank terbesar yang ada di Indonesia ini juga memfasilitasi nasabah-nasabahnya dengan produk kartu kredit yang menggunakan prinsip syariah yaitu BNI Syariah. Kartu Kredit yang dikeluarkannya terbagi atas 3 jenis, yaitu:

  • BNI Syariah Hasanah Card Classic
  • BNI Syariah Hasanah Card Platinum
  • BNI Syariah Hasanah Card Gold

Ketiga jenis kartu kredit syariah tersebut menggunakan 3 akad dalam proses transaksinya yaitu akad Qardh, Akad Ijarah, dan Akad Kafalah.

Nah itu tadi beberapa tempat pinjam uang tanpa bunga yang bisa anda jadikan pilihan. Setiap tempat memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sehingga pelajari aturan dan hal-hal yang terkait secara teliti sehingga anda bisa menemukan tempat peminjaman yang tepat untuk anda.