oleh

Tips Penyesuaian Motor Yang Kondusif Mudah-Mudahan Nggak Kena Denda Rp 24 Juta

tempatpinjamuang-Jagat sementara waktu kemudian sempat ramai dengan pro dan kontra soal adaptasi motor. Nggak ada angin nggak ada hujan, pihak kepolisian melarang segala jenis adaptasi sepeda motor dan mengancam akan menindak tegas.

tempatpinjamuang-Kontan saja para pecinta adaptasi berang. Kubu yang pro menyatakan bahwa adaptasi nggak melanggar hukum dan murni suatu lisan jati diri. Sementara kubu di seberang yang kontra bilang bila adaptasi motor itu nggak ada faedahnya.

tempatpinjamuang-Pihak kepolisian ngotot bahwa adaptasi motor itu melanggar aturan. Polisi melandaskan argumentasinya pada Pasal 277 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 perihal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

tempatpinjamuang-Disitu disebutkan bahwa setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam daerah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang membuat pergeseran tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak menyanggupi keharusan uji tipe sebagaimana dimaksud dipidana dengan pidana penjara paling usang 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000.

tempatpinjamuang-Pecinta adaptasi nggak berkutik lagi. Ini bermakna bila masih nekat menggunakan sepeda motor modifikasi, mereka sanggup menjadi ‘sasaran empuk’ pada dikala razia kendaraan.

tempatpinjamuang-Kalau adaptasi motor merupakan suatu lisan akan suatu kreativitas, haruskah dilarang? Pertanyaan tersebut yang masih menjadi kontroversi.

tempatpinjamuang-Tapi jangan berkecil hati, polisi masih menampilkan fleksibilitas kok. Nah, ini nih kiat adaptasi motor yang kondusif mudah-mudahan bebas dari tilang.

1. Jangan merubah rangka

tempatpinjamuang-Mengubah rangka sepeda motor kadang ditangani agar terlihat unik dan mengikuti gaya adaptasi tertentu. Tapi hal ini bekerjsama tidak boleh dalam Undang-Undang. Pada rangka juga terdapat nomor seri yang jadi syarat utama administrasi.

2. Jangan merubah dimensi

tempatpinjamuang-Mengubah dimensi bermakna merekayasa panjang, lebar atau volume. Nah pada surat-surat kelengkapan sepeda motor seumpama STNK dan BPKB sudah tercatat dimensi resmi dari pabrik. Kalau hingga dimensi sepeda motor berubah, jadi nggak sesuai dengan dokumen dong?

3. Jangan merubah kapasitas mesin

tempatpinjamuang-Memperbesar kapasitas mesin alias bore up jadi favorit orang-orang yang pengin memperkuat performa mesinnya. Kapasitas mesin yang besar bermakna motor juga lebih perkasa. Sayangnya, hal ini juga nggak sesuai peraturan.

4. Mengubah warna

tempatpinjamuang-Bosan dengan warna sepeda motor bawaan pabrik? Bisa kan dicat ulang? Eits, nggak sanggup sembarangan. Kalau warna yang tercantum di STNK merupakan hitam, ya warna mesti hitam. Jangan asal pilih mengecat warna lain bila nggak mau kena tilang.

tempatpinjamuang-Alasan kepolisian melarang adaptasi di atas sebab sepeda motor mesti sesuai dengan dokumen yang diterbitkan Mabes Polri. Kalau nggak sesuai dengan surat-surat yang dimiliki siap-siap saja diproses Pak Polisi.

tempatpinjamuang-Sah-sah saja melakukan adaptasi motor. Bisa saja memodifikasi sepeda motor untuk kontes. Asalkan motor tersebut nggak dipakai untuk harian.

Modifikasi yang kondusif itu bermakna nggak bertentangan dengan surat-surat kendaraan. Kalau cuma sekadar memperbesar kombinasi bolehlah

tempatpinjamuang-Modifikasi yang kondusif bermakna nggak merubah apapun sesuai yang ada di surat-surat kendaraan. Kalau cuma merubah velg, ban (sesuai ukuran asli), stang, tangki, lampu atau memperbesar aksesoris lain ya nggak masalah.

Uji tipe kendaraan bermotor

tempatpinjamuang-Kalau masih pengin memodifikasi sepeda motor buat dipakai harian dan bebas dari tilang, ada proses yang kudu dijalani lho. Ini tahapannya:

  1. Modifikasi kendaraan bermotor cuma bisa dilakukan sehabis mendapat rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Merk) kendaraan tersebut.
  2. Modifikasi kendaraan bermotor wajib ditangani oleh bengkel lazim kendaraan bermotor yang resmi ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.
  3. Kendaraan bermotor yang sudah dimodifikasi wajib didaftarkan terhadap Kesatuan Polisi Republik Indonesia pelaksana pendaftaran dan kenali kendaraan bermotor pada kantor Samsat untuk menemukan STNK gres yang tepat dengan pergeseran kendaraan bermotor dimaksud.

tempatpinjamuang-Nggak hingga disitu, sebelum adaptasi kau juga mesti melakukan uji tipe buat menemukan sertifikat. Wait! Apa itu uji tipe?

tempatpinjamuang-Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2004 perihal Pengujian Kendaraan Bermotor, sepeda motor yang dirakit secara massal atau dimodifikasi, wajib memiliki akreditasi dan sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor. Uji tipe ini berencana untuk menampilkan jaminan keamanan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya.

Modifikasi saja dilarang, terlebih adaptasi yang hingga mencontoh motor polisi. Siap-siap saja diciduk!

tempatpinjamuang-Selain itu uji tipe juga berencana mempertahankan lingkungan dari imbas pencemaran yang mungkin diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor. Pengujian tipe sanggup ditangani di dinas perhubungan dengan melampirkan:

  • KTP
  • NPWP
  • BPKB Asli
  • STNK Asli

tempatpinjamuang-Lumayan ribet kan? Daripada merubah penampilan sepeda motor buat harian dan kena denda jutaan rupiah, mending adaptasi yang aman-aman saja. Lumayan juga kan dananya sanggup memperbesar tabungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed