oleh

Pahami Konsekuensi Pertolongan Duit Di Bank

Bank merupakan kawasan menyimpan uang, bukan kawasan meminjam uang. Itulah perilaku Lim Swi Ling, pebisnis rokok HM Sampoerna, kepada bank. Sekilas prinsip itu begitu lama di saat orang kaya masa kini mengandalkan pinjaman duit di bank. Tapi faktanya, beliau berhasil membangun kerajaan bisnisnya.

 

Setelah tahu prinsip Lim Swi Ling, apakah turut menerapkannya? Bisa ya dan bisa tidak. Tak selamanya prinsipnya bisa dipraktekkan bagi orang lain.

 

Bagi pada lazimnya orang, bank bisa menampilkan penyelesaian atas permasalahan keuangan yang tengah dihadapi. Lebih-lebih di saat butuh pinjaman duit cepat.

 

Maklum, orang yang serupa sekali tak mempunyai hutang mungkin sudah makin langka di zaman ini. Apalagi ada orang yang merasa tak bisa hidup tanpa kartu kredit.

 

Meski begitu, ingat prinsip kedua Lim Swi Ling. “Don’t go beyond your capacity.” Terjemahan bebasnya merupakan jangan melampaui kapasitas Anda.

 

Maksudnya, tentukan dahulu kapasitas diri sendiri kalau mencari santunan dana tunai di bank. Prinsip sederhana namun ampuh untuk menghambat dari kesusahan keuangan gara-gara mengambil produk santunan dana cepat atau tunai di bank.

 

Memahami kapasitas keuangan  adalah rambu untuk menakar seberapa besar utang yang dapat diajukan. Baru kemudian menelaah produk santunan dari bank menyerupai kredit tanpa agunan hingga menawarkan dana. Tentunya dengan kriteria dan proses yang mengedepankan kemudahan.

 

Cuma perlu digarisbawahi, pinjaman ke bank senantiasa melahirkan dua konsekuensi utang. Pertama merupakan utang yang harus dicicil. Kedua merupakan utang bunga. Silakan cek suku bunga kredit di bank yang dapat dilihat di situs Bank Indonesia. (*Ref 1)

 

Atas dasar itulah, perlu ditekankan pilihan berutang di bank menjadi langkah terakhir. Khususnya terkait dengan sifat konsumerisme.

 

Berutang untuk berbelanja barang yang disukai bukanlah langkah bijak. Justru itu dapat menuai kejadian keuangan dikemudian hari.

 

Untuk hal yang sifatnya konsumtif, mungkin bisa lewat prosedur menabung. Tabungan juga berfungsi selaku dana untuk berbelanja sesuatu.

 

Buatlah sasaran jumlah duit yang harus disisihkan dalam sekian waktu. Tahan dahulu hasrat mempunyai barang itu di sekarang ini juga.

 

Daripada berhutang yang mau menghasilkan harga barang lebih mahal, menabung sanggup mencegahnya. Ada dua benefit. Pertama tak perlu berutang dan kedua mencar ilmu disiplin diri untuk menabung.

 

Lain halnya kalau berutang yang sifatnya produktif. Misalnya saja untuk modal jerih payah atau mempunyai aset di masa depan punya harapan cerah menyerupai tanah dan rumah.

 

Hanya sekali lagi, pertimbangkan dengan masak-masak kapasitas keuangan sebelum mengajukan jumlah utang. Toh, bank yang bagus pasti saja juga akan menolong nasabahnya mengukur kesanggupan keuangannya.

 

 

*Ref 1: http://www.bi.go.id/id/perbankan/suku-bunga-dasar/Default.aspx

News Feed