oleh

9 Prinsip Yang Jadi Pegangan Biar Menegaskan Kartu Kredit Dengan Bijak

”Cepat kok prosesnya. Cukup fotokopi KTP, sejam kemudian kartu kredit telah jadi.”

“Kartu kredit ini bebas iuran tahunan jadi enggak terasa berat.”

“Bikin kartu kredit ini sanggup cinderamata manis lho, Pak. Sayang kalau dilewatkan.”

Pasti familiar dengan pernyatan-pernyataan di atas. Ya, lazimnya itu jurus biro kartu kredit memamerkan produknya ke banyak orang. Mereka bergairah mengajak orang untuk bikin kartu kredit. Proses gampang, kado cinderamata, hingga iming-iming voucher belanja.

Kenapa mereka bersemangat? Ya alasannya yakni mereka ingin duit Anda! Bisnis kartu kredit yakni bisnis yang menawan bagi penerbit kartu kredit.

Data BI mencatat, nilai transaksi kartu kredit secara industri (year to date) hingga November 2014 meraih Rp 229,56 triliun atau cuma berkembang 2,77% dari posisi final 2013 yang meraih Rp 223,37 triliun.

Lantaran mereka kesengsem dengan duit Anda, maka telah sebaiknya Anda yang mendikte mereka. Bukan sebaliknya kartu kredit yang mendikte Anda.

[Baca:Limit Kartu Kredit Itu Asal-Usulnya Darimana Sih?]

Maka itu, peganglah beberapa prinsip di bawah ini supaya duit Anda tak simpel tersedot kartu kredit. Pendek kata, menegaskan kartu kredit dengan bijak sifatnya wajib.

1.Kebiasaan Pengeluaran

Kenali dahulu kebiasaan Anda dikala berutang. Apakah sudah biasa mencicil atau melunasi sekaligus. Ini penting mengingat berutang dengan kartu kredit menjinjing terlalu banyak konsekuensi.

Kartu kredit bukan duit lebih ya
Kartu kredit bukan duit lebih ya (Perempuan Pegang Kartu Kredit / Detik)

Maka itu penting untuk menjawab bagaimana cara Anda memakai kartu kredit. Sesering apa memakai atau cuma sekadar untuk kondisi darurat saja.

2.Suku bunga

Cek dengan seksama suku bunga kartu kredit. Bank Indonesia telah mematok tingkat bunga kartu kredit optimal 2,95% per bulan atau 35,40% per tahun. Batas maksimum suku bunga Kartu Kredit tersebut berlaku baik untuk transaksi pembelanjaan maupun transaksi tarik tunai.

Jika ada yang melalui dari batas itu, laporkan saja alasannya yakni telah menyalahi hukum BI. Kartu kredit yakni utang dengan bunga tetap sehingga simpel untuk mendeteksi besaran bunga.

Meski begitu amati hukum mainnya soal bunga ini. Bisa saja ada penerbit kartu kredit memberlakukan kebijakan suku bunga rendah cuma di tahun pertama saja dan tahun selanjutnya normal.

[Baca: Sebelum Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit, Wajib Banget Ajukan Pertanyaan Penting Ini]

Sudah jamak diketahui kalau dalam masa promosi, beberapa penerbit kartu kredit memamerkan gratis annual fee atau suku bunga lebih rendah selama rentang waktu tertentu.

3.Limit kartu kredit

Limit kartu kredit bisa jadi alarm stop gesek kartu.
Limit kartu kredit bisa jadi alarm stop gesek kartu (Gila Belanja / okeschool)

Limit kartu kredit yakni batas optimal Anda bisa menggunakan. Besaran limit kartu kredit dipengaruhi banyak faktor. Sebut saja pendapatan, saldo tabungan, status rumah, maupun rekam jejak utang di bank.

Ketika memakai melalui limit kartu kredit maka akan ada ongkos perhiasan yang dibebankan. Maka itu penting untuk tahu sejak permulaan berapa besaran limit kartu kredit yang ditawarkan.

4.Denda dan biaya

Perlu diingat, kartu kredit yakni sumber pundi-pundi duit bagi penerbit kartu kredit. Jadi, ukurlah biaya-biaya yang dibebankan terhadap pemegang kartu kredit.

[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

Misalnya saja iuran tahunan, ongkos materai, ongkos cetak tagihan, ongkos penarikan duit tunai, ongkos premi asuransi, dan lain-lain. 

Dan yang tak ketinggalan yakni ongkos atas denda keterlambatan pelunasan tagihan. Tak heran kalau pakar perencana keuangan senantiasa mengimbau supaya melunasi seluruh tagihan tanpa sisa.

5.Insentif

Maksimalkan kartu kredit dengan penawarannya yang oke.
Maksimalkan kartu kredit dengan penawarannya yang oke. (Promo Belanja / Koranpromo)

Kartu kredit bukan semata-mata lisensi utang, namun ada banyak proposal menawan bagi pemegangnya. Misalnya saja agenda reward maupun diskon. Iming-iming itu dimaksudkan supaya pemegang kartu kredit tekun menggesekkan kartunya.

Carilah kartu kredit yang banyak memamerkan agenda seumpama itu. terlebih kalau ada agenda rewards bebas iuran tahunan dengan menyanggupi syarat jumlah transaksi tertentu.

6.Akses

Carilah kartu kredit yang punya jaringan luas dan dapat diterima di mana saja. Makin luas cakupannya maka semakin bonafid kartu kreditnya. Toh, percuma juga punya kartu kredit kalau tak leluasa menggunakan.

7. Layanan

Layanan penerbit kartu kredit juga menjadi pertimbangan. Misalnya saja layanan 24 jam.

Ketersediaan layanan 24 jam ini penting apabila sewaktu-waktu ingin mengenali tagihan, pemblokiran, hingga pengaduan. Selain itu pahami juga apakah seruan mengoptimalkan limit kartu kredit bisa dijalankan melalui telepon.

Perhatikan juga sejauh mana kelonggaran dalam pembayaran tagihan. Apakah ada fitur internet banking, ATM, phone banking, dan lain sebagainya. Layanan itu akan menghasilkan kita leluasa menegaskan terusan pembayaran tagihan.

8.Keamanan

Proteksi kartu kredit percuma kalau si pemegangnya teledor.
Proteksi kartu kredit percuma kalau si pemegangnya gegabah (Mesin EDC / HSBC)

Sudah banyak permasalahan penyalahgunaan kartu kredit. So, tetapkan kartu kredit punya beraneka ragam keselamatan yang melindungi pemegangnya.

Misalnya saja kartu kredit yang menambahkan foto diri, tanda tangan digital, hingga PIN (personal identification number).

Khusus yang PIN, Bank Indonesia telah mengharuskan transaksi kartu kredit menggunaan PIN 6 digit. Kebijakan ini selaku bentuk keselamatan transaksi nontunai.

9. Asuransi

Tak ada salahnya menegaskan kartu kredit yang telah dilengkapi asuransi. Sebut saja asuransi perjalanan, asuransi pembelian barang, credit shield (asuransi terhadap tagihan kartu kredit) dan lain sebagainya. Tujuan dari asuransi ini selain ketentraman juga mengalihkan risiko yang muncul akhir pemakaian kartu kredit.

Contohnya kalau pemilik kartu kredit meninggal dunia, maka seluruh tagihannya ditanggung perusahaan asuransi. Hal itu termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 wacana Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship (“PMK 124/2008”).

Pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 menyebutkan “Asuransi Kredit yakni lini kerja keras asuransi lazim yang mengobrol jaminan pemenuhan keharusan finansial peserta kredit apabila peserta kredit tidak dapat menyanggupi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Contoh yang lain kartu kredit yang ada asuransi itu yakni BII Kartu Kredit di mana emegangnya secara otomatis menemukan peran serta asuransi kecelakaan hingga Rp1 miliar.

Baca dahulu deh term and condition sebelum setuju
Baca dahulu deh term and condition sebelum sepakat (Kartu Kredit Maskot / bartersauce)

Menentukan kartu kredit bukan sekadar iming-iming dari biro marketingnya, namun pelajari dengan seksama proposal dan fasilitasnya. Hal pertama yang dijalankan yakni pelajari term and condition yang tertera dalam formulir aplikasi.

Cek dengan seksama agenda promosinya hingga kapan berlakunya. Maklum, agenda penawaran spesial senantiasa dibarengi syarat dan ketentuan yang berlaku.

[Baca: Kartu Kredit yang Paling Bagus Itu Tergantung Dari Kebiasaan Kita Sendiri]


Yang tak kalah penting, punya kartu kredit akan menjinjing konsekuensi pada keuangan. Di segi lain, kartu kredit pun bisa berfaedah menolong ‘reputasi di dunia perutangan’. Maksudnya, selama kartu kredit digunakan dengan bijak maka bank akan dengan bahagia hati memberi utang di luar kartu kredit.

Tags :

News Feed