oleh

Resep Berhasil Warteg Kharisma Laut Yang Punya 150 Cabang

tempatpinjamuang-Kamu yang tinggal di Jabodetabek, niscaya pernah deh menyaksikan atau melalui warteg berwarna hijau dan kuning bertuliskan Warteg Kharisma Bahari pada bab kacanya. Ya, warteg yang satu ini memang tersebar nyaris di seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya.

tempatpinjamuang-Warung tegal alias warteg ialah salah satu bisnis masakan yang gak pernah padam kiprahnya. Tapi, nama Warteg Kharisma Bahari (WKB) yakni warung yang paling gampang kau temui.  Jelas aja, dikala ini WKB sudah punya sekitar 150 cabang di Jabodetabek.

tempatpinjamuang-Seperti banyak bisnis masakan lainnya, perjuangan warteg ini pasti gak pribadi  besar seumpama sekarang. Kesuksesan ini gak lepas dari jerih payah sang pemiliknya, Sayudi atau biasa disapa Yudhika. Yuk, kita simak perjalanan bisnis WKB ini yang dapat jadi wangsit usahamu.

1.  Sukses walau tamatan SD

Warteg Kharisma Bahari
(Image: Tribunnews)

tempatpinjamuang-Lahir dari keluarga petani, Yudhika pun menolong orang tuanya bertani usai lulus SD. Merasa tak ada pertumbuhan yang berarti, Yudhika menegaskan merantau ke Jakarta. Di Jakarta, Ia sempat menjadi pedangang asongan di kawasan Pulogadung.

tempatpinjamuang-Kesuksesan bisnis warteg Kharisma Bahari juga gak lepas dari peranan sang istri. Istri Yudhika berminat mempunyai dampak untuk merubah nasib mereka. Ia pun mendorong Yudhika untuk mulai membuka usaha warteg mudah-mudahan bisa hidup dapat bangun diatas kaki sendiri di ibu kota.

2. Yudhika memberi potensi untuk warga Tegal

tempatpinjamuang-Setelah jalan beberapa waktu, warteg ini semula mempunyai tiga cabang. Sayangnya, alhasil gak sesuai harapan. Yudhika senantiasa disibukkan menertibkan tiap cabang yang ada tanpa keuntungan yang berarti. Akhirnya, ia mulai mengajak teman dekat dan kerabat dari Tegal untuk ikut bergabung.

tempatpinjamuang-Saat ini, gak sedikit keluarga atau teman dekat yang semula menjadi karyawannya sudah mempunyai cabang WKB milik mereka sendiri. Testimoni postif dari teman-temannya menyebar luas, sehingga banyak orang yang tertarik ikut bergabung.

3. Warteg juga bisa berkelas

Warteg Kharisma Bahari
(Image: magazine.job-like)

tempatpinjamuang-Yudhika ingin menghapuskan kesan warteg yang kumal dan tak rapi. Ia ingin bikin  warteg yang higienis dan nikmat dipandang mudah-mudahan warteg tak lagi dipandang sebelah mata.

tempatpinjamuang-Menurutnya, warteg tidak cuma bisa menyasar mereka dari kelompok menengah ke bawah, para pegawai kantoran pun dapat menjadi sasaran yang potensial.

4. Visi “Mewartegkan Jabodetabek”

tempatpinjamuang-Saat ini WKB paling banyak tersebar di kawasan Jakarta Selatan, Cinere, Depok, dan sekitarnya. Visi Yudhika “Mewartegkan Jabodetabek” yang tertulis pada dinding wartegnya, secara perlahan-lahan mulai terwujudkan.

tempatpinjamuang-Kini, para pegawai dan kawan yang bergabung dengan warteg Kharisma pun tak terbatas pada orang Tegal, namun juga dari semua suku di Indonesia.

[Baca: Ini 5 Tips Bisnis Makanan Ala Chef Marinka, Yuk Contek]

5. Konsep warteg digital

tempatpinjamuang-WKB kian terkenal usai Yudhika memperkenalkan rancangan warteg digital di hadapan Presiden Jokowi September lalu. Ia merasa perlu mengikuti pertumbuhan zaman yang serba digital. Ia pun melakukan pekerjaan sama dengan sejumlah bank di Indonesia mudah-mudahan bisa menerapkan  pembayaran non tunai di tempatnya.

tempatpinjamuang-Biar namanya warteg, namun tetap gak boleh ketinggalan zaman. Inovasi kaya gini nih yang bikin warteg tetap jadi opsi secara biasa dikuasai penduduk setempat.

[Baca: Bisnis Kuliner Bisa Bangkrut Seketika alasannya yakni 5 Kesalahan Ini]

Agen Asuransi Mitra tempatpinjamuangAgen Asuransi Mitra tempatpinjamuang

6. Peluang waralaba WKB

Warteg Kharisma Bahari
(Image: KharismaBahari)

tempatpinjamuang-Nah, kau yang tertarik bergabung dengan waralaba WKB, bisa pribadi mendatangi website-nya. Ada tiga jenis paket yang Yudhika tawarkan, yakni Paket Warteg Super, Paket Warteg Besar, Paket Warung Kecil.

tempatpinjamuang-Yudhika juga menawarkan tata cara pembayaran angsuran tanpa agunan untuk mempermudah kau yang belum punya cukup modal. Hingga dikala ini, rata-rata omzet tiap outlet WKB sekitar Rp 3-5 juta per hari, lho. Kalau punya 150 cabang, artinya omzet harian warteg ini paling sedikit meraih Rp 450 juta!

tempatpinjamuang-Menurut Yudhika, tidaklah sukar mengurus bisnis warteg. Bermodalkan prospek yang kuat, dan optimisme, bisnis warteg sudah bisa berlangsung cuma dalam waktu setengah hingga satu bulan.

[Baca: 7 Bisnis Kuliner yang Menjanjikan Bermodal Mulai dari Rp 2 Juta ]

tempatpinjamuang-Belajar dari perjalanan Yudhika, gak ada argumentasi lagi nih untuk takut berbisnis. Walau sempat dipandang sebelah mata, kini jejeran Warteg Kharisma Bahari sudah menjinjing keberhasilan bagi warga Tegal.

tempatpinjamuang-Bagaimana, kau tertarik mengawali bisnis kulinermu juga? Atau tertarik membuka waralaba WKB?

 

Tags : ,

News Feed