oleh

Masuk Forbes 30 Under 30, Ini Dongeng Marshall Utoyo Si Pendiri Fabelio

tempatpinjamuang-Nama Marshall Utoyo makin mencuat di saat namanya masuk dalam daftar Forbes “30 Under 30” Indonesia. Usut punya usut, perusahaan yang beliau dirikanlah yang bikin namanya masuk ke dalam daftar tersebut. Yap! Karena lirik kesempatan bisnis online berupa e-commerce furniture, Marshall bareng rekannya jadi salah satu pionir dalam bisnis tersebut.

tempatpinjamuang-Toko furniture udah biasa. Namun, e-commerce khusus furniture dapat dikatakan jarang di Indonesia. Apalagi yang menyasar pasar menengah ke atas. Nah, Fabelio.com yang diresmikan oleh Marshall jadi salah satu pionir yang menyaksikan kesempatan bisnis online tersebut.

Awal Terbentuknya Fabelio

Behind the scenes: Co-founder & Chief Designer Fabelio @mutoyo menyiapkan lookbook pertama Fabelio. Stay tuned! ? by co-founder @csutardi #bts #lookbook #fabelio #furnishinghappiness #furniture #interiordesign

A post shared by Furnishing Happiness (@fabelio) on Jul 24, 2017 at 8:38pm PDT

tempatpinjamuang-Terbentuknya Fabelio bukan tanpa sengaja. Bukan hanya Marshall Utoyo, Fabelio dibikin bareng dua rekan lainnya, yakni Khrisnan Menon dan Christian Sutardi.

tempatpinjamuang-Khrisnan dan Christian sendiri emang udah gak absurd sama dunia e-commerce. Sebab, dahulu mereka pernah melakukan pekerjaan di grup Rocket Internet yang menaungi Lazada dan beberapa e-commerce lain.

tempatpinjamuang-Sementara itu, Marshall Utoyo udah gak absurd sama dunia furnitur. Bahkan, beliau udah punya perusahaan sendiri yang bergerak di bidang tersebut. Jadilah, mereka jadi tiga serangkai yang klop.

tempatpinjamuang-Mereka pengin bangkit e-commerce tetapi gak mau hadirkan produk yang udah cukup “umum”, menyerupai fashion dan travel. Terpikirlah mereka buat menekuni jualan produk mebel namun melalui online.

Marshall Utoyo yang Emang Jago Desain

A post shared by Furnishing Happiness (@fabelio) on Dec 28, 2017 at 2:04am PST

tempatpinjamuang-Marshall Utoyo ternyata emang jago desain. Padahal, dulunya Marshall berkuliah di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung. Dia ambil jurusan finance. Bahkan, selepas kuliah, beliau sempat melakukan pekerjaan selaku akuntan.

tempatpinjamuang-Di balik itu semua, Marshall ternyata memendam passion kepada dunia desain. Akhirnya, beliau tentukan buat menekuni mendalami passion-nya tersebut.

tempatpinjamuang-Dia mengambil short course rancangan di Jerman. Kemudian, beliau mendirikan studio rancangan mebel bareng dua temannya yang juga desainer. Perusahaan tersebut diberi nama FASA. Bahkan, brand-nya ini sempat menjangkau beberapa penghargaan.

tempatpinjamuang-Yang cukup memukau yakni dulunya orangtua Marshall bahkan gak yakin anak mereka dapat desain.

tempatpinjamuang-Nah, Fabelio.com sendiri dibangun dengan rancangan yang diberikan oleh tim Fabelio, tergolong Marshall. Nantinya, penyuplai yang siapkan material dan siapkan tenaga produksi.

tempatpinjamuang-Saat ini, e-commerce mebel tersebut udah melakukan pekerjaan sama dengan sekitar 25 pemasok. Masing-masing penyuplai tersebut punya keutamaan masing-masing. Ada yang memproduksi mebel dari kayu jati, mahoni, dan sebagainya. Ada pula yang seorang jago memproduksi piranti sofa dan lainnya.

Agen Asuransi Mitra tempatpinjamuangAgen Asuransi Mitra tempatpinjamuangtempatpinjamuang-Desain yang dihadirkan oleh Fabelio pun beneran memukau dan gak bikin bosan. Bisa disandingkan dengan IKEA deh.

tempatpinjamuang-Gaya minimalis berpadu dengan Skandinavian, plus bercita rasa Indonesia, itulah yang jadi daya pikat Fabelio. Yang bikin startup ini lebih praktis menjangkau pasar yakni harganya yang tentu aja dapat ditekan dibandingkan dengan produk dari luar negeri.

tempatpinjamuang-Buat analisis produk pun dijalankan menurut data. Tim Fabelio menggunakan analisis menurut data Google Analytics buat meluncurkan produk baru. Mereka biasanya melakukan tracking dan riset di Internet buat cari insight yang sempurna buat model, bahan, dan warna.

tempatpinjamuang-Sementara itu, buat pemasaran, situs web Fabelio.com sendiri didesain se-friendly mungkin. Perusahaan startup tersebut juga betul-betul gencar mempergunakan layanan iklan di Internet, mulai dari Google Adwords hingga iklan Facebook.

tempatpinjamuang-Dengan taktik yang masak ini, gak salah alhasil Fabelio menenteng nama Marshall Utoyo masuk dalam daftar Forbes. Di laman Forbes, nama Fabelio-lah yang disebutkan. Di situ tertera bahwa perusahaan diresmikan pada tahun 2015 dan udah kolaborasi dengan 2000 pengrajin.

tempatpinjamuang-Keren ya?

Marshall Beberkan Strategi Bisnisnya

A post shared by Furnishing Happiness (@fabelio) on Jun 2, 2016 at 3:06am PDT

tempatpinjamuang-Marshall sendiri sempat membeberkan strateginya buat berbisnis, utamanya dalam membangun startup.

tempatpinjamuang-Berikut beberapa pelajaran bisnis yang bisa kita petik dari Marshall Utoyo, co-founder Fabelio.

1. Ikuti passion

tempatpinjamuang-Meski sempat kuliah di bidang yang berlainan dan bahkan melakukan pekerjaan selaku akuntan, Marshall alhasil mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Dia mengikuti passion sebenarnya, yakni desain.

tempatpinjamuang-Meski demikian, bukan bermakna kuliah yang beliau lakoni selama ini sia-sia, lho. Gimanapun juga beliau pernah mengenyam sekolah bisnis yang bisa jadi bekal buatnya jadi entrepreneur.

2. Modal utama yakni teman

tempatpinjamuang-Marshall mengungkapkan bahwa modal utama beliau bangkit startup yakni teman. Dia berujar bahwa semakin marak punya teman dekat tentu makin bagus. Pasalnya, di saat bangkit startup, tentu pentolan startup tersebut mesti rela gak dibayar di awal-awal.

tempatpinjamuang-Gak hanya itu, Marshall pun mengaku beliau gak memahami dunia online marketing. Nah, sebab beliau punya teman dekat yang memahami di bidang tersebut, beliau dapat menunjuk temannya tersebut buat handle problem online marketing perusahaannya.

3. Hadirkan produk yang “berbeda”

tempatpinjamuang-Dari Fabelio sendiri kita dapat lihat bahwa mendatangkan produk yang cukup “berbeda” tentu kasih laba tersendiri. Melihat e-commerce yang udah ramai dengan produk-produk yang cukup lazim menyerupai fashion, Marshall dan teman-temannya pengin sesuatu yang beda.

Agen Asuransi Mitra tempatpinjamuangAgen Asuransi Mitra tempatpinjamuangtempatpinjamuang-Pilihan produk mebel ternyata jadi opsi terbaik. Pasalnya, di Indonesia, toko offline maupun online buat produk mebel dengan konsep minimalis dan Skandinavian masih cukup jarang. Dengan gitu, mereka punya kompetitor yang sedikit.

tempatpinjamuang-Gak hanya itu, kompetitor Fabelio sendiri di sekarang ini pada biasanya berasal dari luar negeri. Jadilah, mereka dapat menekan harga sebab produk mereka dibikin di dalam negeri.

tempatpinjamuang-Yang pasti, opsi Marshall Utoyo buat jadi entrepreneur setelah jadi karyawan ternyata menciptakan prinsip yang layak diacungkan jempol. Pria berjulukan lengkap Marshall Tegar Utoyo tersebut menyatakan bahwa memiliki perusahaan sendiri bikin beliau lebih bertanggung jawab.

tempatpinjamuang-Menurutnya, di saat jadi karyawan dan gak masuk kantor, perusahaan niscaya bakal tetap berjalan. Namun, bila kau berada di posisi selaku pemilik perusahaan, ada tanggung jawab khusus yang bikin kau lebih terikat pada perusahaan kamu. Pasalnya, kau punya karyawan yang menggantungkan hidup pada kamu. Jadi, ya gak dapat leha-leha.

tempatpinjamuang-Mantap banget nasihatnya ya!

tempatpinjamuang-Sekarang, Marshall Utoyo gak hanya berperan di Fabelio dan perusahaan furniturnya. Dia juga punya startup di bidang inovatif yang lain, salah satunya Conclave. Brand tersebut menawarkan co-working space.

tempatpinjamuang-Marshall Utoyo sendiri gak mengira beliau jadi entrepreneur sebab dulunya beliau gak pernah terpikir buat menekuni di profesi tersebut. Barulah setelah lulus SMA, beliau mulai menimba ilmu berwirausaha. Sekarang, beliau pun berhasil masuk dalam daftar Forbes yang bergengsi. Cool!

Tags : , , ,

News Feed