oleh

Berharta Rp 6,4 Triliun, Kakek 87 Tahun Ini Jadi Orang Terkaya Ke-50

tempatpinjamuang-Seorang kakek yang lahir pada 1931 berhasil berada di posisi ke-50 orang terkaya Indonesia model Forbes. Perkenalkan: The Ning King.

tempatpinjamuang-Itu bukan julukan lho ya. Namanya emang ada “The”-nya. The itu nama marga.

tempatpinjamuang-Kalau kau gres dengar, itu masuk akal banget. Beliau emang minim publikasi. Kadang juga sering dianggap orang yang ekonomis banget dalam bicara. Jangankan media, di Wikipedia aja gak pernah ada tuh warta soal kakek kita yang satu ini.

tempatpinjamuang-Tapi, gimana dengan nama Argo Manunggal? Apakah kau kenal dengan nama ini?

tempatpinjamuang-Kalau masih belum kenal juga, apakah kau tahu Alam Sutera? PT Alam Sutera Realty Tbk yang bergerak di bidang properti.

tempatpinjamuang-Lewat Argo Manunggal inilah, taipan yang usianya hampir 90 tahun ini mendulang pundi-pundi Rupiah. Perusahaan ini, selain Alam Sutera, juga punya banyak cabang usaha lain. Karyawannya aja meraih 35 ribu orang.

tempatpinjamuang-Penasaran dengan usaha The Ning King jadi miliarder Indonesia? Mari simak ceritanya di bawah ini.

1. Diwarisi usaha tekstil

miliarder indonesia
Itu beliau kantornya pak King, Wisma Argo Manunggal (Ipapa)

tempatpinjamuang-The Ning King lahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya yakni seorang pebisnis yang bergerak di bidang tekstil.

tempatpinjamuang-Pada 1949, miliarder Indonesia ini memindahkan usahanya ke Jakarta dari Bandung. Tahun 1966, beliau berhasil mendirikan pabrik tekstil pertama. Terus, pada tahun 1977, Ning King mendirikan PT Argo Pantes yang lalu berubah jadi PT Argo Pantes Tbk, tepatnya pada 1991 setelah melantai di bursa saham.

tempatpinjamuang-Perusahaan ini memproduksi aneka macam macam materi pakaian. Kalau ingin tau sama kantornya, kau mungkin bisa mampir ke Wisma Argo Manunggal di Gatot Subroto, Jakarta.

2. Dari tekstil merambah ke properti

tempatpinjamuang-Gak puas cuma di bidang tekstil, miliarder Indonesia yang satu ini melebarkan sayap usahanya ke bidang manufaktur dengan membentuk Dharma Manunggal. Di sektor properti, beliau berbelanja saham Alam Sutera dan Kawasan Industri Fajar Bekasi.

tempatpinjamuang-Awalnya, Alam Sutera yakni perusahaan keluarga milik Harjanto Tirtohadiguno. Setelah diakuisisi, nama perusahaan itu, yang dulunya yakni PT Alfa Goldland Realty, diubah jadi PT Adhihutama Manunggal. Terus diubah lagi jadi PT Alam Sutera Realty Tbk.

tempatpinjamuang-Udah tahu dong apa aja proyek Alam Sutera? Di tahun 1994 perusahaan itu udah memasarkan kurang lebih 1.100 residensial dalam waktu dua ahad aja! Hebat banget deh.

tempatpinjamuang-Mereka juga menggarap proyek di Serpong yang di saat itu masih berupa kawasan hutan belantara.

tempatpinjamuang-Selain Alam Sutera, Ning King pun berhasil di perusahaannya yang lain, PT Bekasi Fajar Industrial Estate. Dia membuatkan proyek kawasan industri di Cikarang yang beken dengan nama Kota Industri MM2100.

Agen Asuransi Mitra tempatpinjamuangAgen Asuransi Mitra tempatpinjamuangtempatpinjamuang-Lambat laun, Argo Manunggal Group menjadi perusahaan konglomerasi yang bergerak di sektor baja, tekstil, properti, pertambangan, perbankan, hingga energi.

3. Terpaksa menutup bisnis perbankan alasannya yakni krisis ekonomi

miliarder indonesia
Alam Sutera (Kompas)

tempatpinjamuang-Sebagai miliarder Indonesia, King juga punya usaha dalam bidang perbankan. Namanya Bank Danahutama. Namun sayangnya, bank itu terpaksa ditutup pada 1999 alasannya yakni krisis ekonomi.

tempatpinjamuang-Krisis ekonomi yang menyerang Indonesia pada 1998 ternyata bikin keadaan Argo Manunggal Group morat-marit. Perusahaan konglomerasi itu pun terjerat utang.

tempatpinjamuang-Namun berkat kerja kerasnya, stempel bebas utang berhasil mereka temukan pada tahun 2004 dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

4. Masih memimpin perusahaan walau udah uzur

tempatpinjamuang-Meski usia udah 87 tahun, The Ning King masih semangat dan bisa duduk di posisi Chairman PT Argo Manunggal Group. Usia sepertinya cuma sebatas angka buat dia.

tempatpinjamuang-Hebatnya lagi nih, beliau juga masih aktif menampilkan edukasi ke para para karyawan lho.

tempatpinjamuang-Program tanggung jawab korporat alias CSR yang diluncurkan PT Argo Manunggal Group juga gak tanggung-tanggung. Kabarnya nih, miliarder Indonesia itu pernah menyumbang dana hingga Rp 157 miliar ke aneka macam instansi pendidikan, tergolong universitas.

tempatpinjamuang-Udah tajir, gemar memberi pula. Coba ada ribuan orang yang kayak gini, niscaya Indonesia makmur.

5. Mulai mengkader anak-anaknya buat jadi pewaris usaha

miliarder indonesia
Kaderisasi itu penting, terlebih dalam dunia bisnis (Jakarta Globe)

tempatpinjamuang-Sama menyerupai sang ayah, ada gejala bahwa King bakal secepatnya mewariskan usahanya ke sang anak.

tempatpinjamuang-Saat ini, acara operasional perusahaan konglomerasi itu udah dipegang oleh anak-anaknya. Dia membiarkan keturunannya menimba ilmu buat jadi nahkoda bagi perusahaan.

tempatpinjamuang-Tapi pasti aja, King gak lepas tangan gitu aja. Dia masih mengawasi kinerja anak-anaknya dengan baik supaya praktik bisnis berlangsung dengan sesuai harapan. Dia juga gak lupa memberi saran-saran supaya anaknya kian baik.

tempatpinjamuang-Kisah The Ning King pasti menyadarkan kita bakal pentingnya regenerasi dalam kepemilkan usaha. Tanpa regenerasi, maka usaha sebagus dan sekokoh apa pun bakal hancur disantap waktu.

tempatpinjamuang-Kisah ini juga mengajari kita wacana pentingnya kesanggupan seorang pemilik usaha buat merubah bisnis seiring dengan pertumbuhan zaman. Coba bila pada di saat itu miliarder Indonesia inspiratif ini masih berkutat di bisnis tekstil, pasti beliau bakal kelimpungan dengan maraknya busana Cina di pasaran Indonesia sekarang. Betul, gak?  

Tags :

News Feed