oleh

Bukan Sekedar Ijazah, Ini Yang Wajib Ditangani Bila Ingin Memiliki Jenjang Karier Terbaik

tempatpinjamuang-Memiliki jenjang karier yang manis yaitu impian semua orang. Tak terkecuali generasi milenial di sekarang ini yang berimajinasi bisa mempunyai karier manis usai mengakhiri pendidikan mereka. 

tempatpinjamuang-Mereka mempunyai prospek yang cukup tinggi akan hal tersebut. Tetapi pada kenyataannya, seringkali mereka mesti berbenturan dengan keahlian yang dimiliki masing-masing atau sejauh apa mereka mempunyai koneksi di dunia pekerjaan. 

tempatpinjamuang-Seperti di saat tempatpinjamuang Indonesia berjumpa dengan beberapa mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini. Mereka berambisi bisa menjangkau impian dengan melakukan pekerjaan di wilayah bergengsi sehabis lulus kuliah nanti. 

tempatpinjamuang-“Aku sih maunya melakukan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan ya. Karena niscaya akan konsentrasi dan bisa lebih percaya diri di saat ditanya orang,” papar Sheila mahasiswi semester dua UPN jurusan Ilmu Kesehatan tersebut. 

tempatpinjamuang-Namun berlainan dengan Iqbal, mahasiswa jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, beliau mengaku akan melakukan pekerjaan di bidang apa saja jikalau tidak dapat merealisasikan impian menjadi politikus. 

tempatpinjamuang-“Ya kalau saya gak bisa jadi politikus, kerja apa aja buat bantu orang bau tanah di rumah,” katanya sambil tertawa. 

tempatpinjamuang-Ia menambahkan, bahwa tolong-menolong menjadi politikus memang bukan keinginannya di saat ini. Saat itu ia cuma mengingat satu jurusan yang menempel di kepalanya. Barulah sehabis dijalani beberapa semester ia gres merasa percaya bahwa opsi tersebut benar. 

tempatpinjamuang-“Aku dahulu gak mikir mau lulus jadi apa masuk di jurusan ini. Hanya ada di dalam kepala bahwa saya mesti mempunyai jenjang karier yang manis ke depannya. Jangan hingga malah bikin sulit orang tua,” kata dia. 

tempatpinjamuang-Berbeda lagi dengan respon yang dilontarkan oleh Raihan, yang juga berada satu jurusan dengan Iqbal. Ia menilai bahwa dunia kerja itu seringkali kejam. Seberapa banyak mempunyai koneksi di suatu perusahaan, itulah yang mau mempunyai jenjang karier bagus. 

tempatpinjamuang-“Tapi ini realita kan, abang ku pernah mengeluh di saat beliau gres lulus bertahun-tahun silam. Katanya, beliau kalah sama orang yang punya koneksi di perusahaan incarannya. Sementara beliau yang cuma mengandalkan kesanggupan otak saja, malah tersingkir. Makara saya merasa pendidikan tinggi belum pasti menjamin jenjang karier yang mapan,” katanya. 

tempatpinjamuang-Ungkapan Raihan memang tidak sepenuhnya salah, malah banyak benarnya. Pasalnya, pada realita di sekarang ini lebih dari 66 ribu lulusan sarjana gres di Indonesia tidak terserap lapangan kerja dengan baik. Memang, secara lazim lulusan perguruan tinggi biasanya mendapat upah lebih tinggi ketimbang mereka yang tidak bergelar sarjana. 

tempatpinjamuang-Akan tetapi, mengutip laman Tirto.id, menurut pakar pendidikan yang juga dekan di Washburn University, Sean C. Bird menyampaikan bahwa tak siapa saja dengan gelar sarjana akan mujur di bursa lapangan kerja, alasannya yaitu banyak yang kurang kompeten dan minim keahlian khusus. 

Mahasiswa senantiasa berimajinasi cepat sanggup kerja sehabis lulus

Jenjang Karier
Mahasiswa senantiasa ingin cepat lulus dan melakukan pekerjaan (Shutterstock).

tempatpinjamuang-Baik Iqbal maupun Sheila cuma sebagian kecil saja pola mahasiswa atau generasi milenial yang merasa bahwa mempunyai jenjang karier manis masih menjadi impian banyak orang. Dari lima orang mahasiswa yang ditemui, memang, semua mempunyai respon berbeda, namun tujuan tetap sama, yaitu ingin sukses di saat lulus di dingklik perkuliahan. Bekerja dengan jabatan enak, di kantor bergengsi. 

tempatpinjamuang-Mereka berharap masa depannya akan lebih cerah di saat menentukan meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tapi terkadang, ada faktor-faktor lain yang tak kalah penting.

Whitney Soule, seorang dekan di Bowdoin College, mengatakan, setiap mahasiswa mempunyai prospek akan secepatnya mendapatkan pekerjaan sehabis lulus, itu nyaris terjadi di semua negara, tergolong Amerika.

tempatpinjamuang-“Kamu menduga akan secepatnya mendapatkan pekerjaan sehabis lulus, tetapi kau mungkin tidak mempertimbangkan apa yang dapat dikerjakan, keahlian apa yang menjadi nilai tambah seorang perusahaan ingin mempekerjakanmu,” komentar Soule.

tempatpinjamuang-Bursa lapangan kerja, menurutnya, sungguh mudah dimasuki bila seorang pelajar bukan cuma menguasai akademis dan teori, namun juga mempunyai kesanggupan yang dapat dipercaya dan tentu, berlainan dari pada biasanya orang. Misalnya, mereka bisa mengoperasikan mesin, mendesain, atau keahlian lain di luar latar belakang pendidikannya. 

Lulusan perguruan tinggi di Indonesia

Jenjang Karier
Lulusan perguruan tinggi Indonesia senantiasa naik setiap tahun (Shutterstock).

tempatpinjamuang-Banyaknya lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang tidak cocok dengan keperluan industri juga menjadi tantangan yang hingga kini belum terpecahkan. Mahasiswa cuma diajarkan bagaimana cara mereka lulus dan mendapat gelar sarjana, tanpa tahu apa yang mau mereka hadapi jikalau tak mempunyai keahlian. Mereka justru sibuk memburu gelar tersebut, tanpa mengerti dengan betul bagaimana keperluan industri dalam memberdayakan seseorang. 

tempatpinjamuang-Masih mengutip laman Tirto.id, portal pencari kerja JobsDB, memaparkan lebih dari 66 ribu lulusan sarjana gres di Indonesia tidak terserap perusahaan dan berpeluang menjadi pengangguran, sementara jumlah lulusan sarjana gres setiap tahun meraih sekitar 250 ribu. Angka ini masih sungguh tinggi hingga di sekarang ini dimana zaman sudah makin berubah. 

tempatpinjamuang-Mirisnya, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia ada 9,5 persen (688.660 orang) dari total penganggur yang ialah alumni perguruan tinggi. Pengangguran paling tinggi yaitu mereka yang mempunyai gelar strata satu (S-1). Bahkan, menurut suatu studi, delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesusahan mendapat lulusan perguruan tinggi yang siap pakai.

tempatpinjamuang-Padahal, sebaiknya perusahaan tidak perlu kesusahan dalam mencari tenaga kerja. Sebab angka kemajuan kelulusan perguruan tinggi setiap tahunnya senantiasa naik. Sementara, angka undangan perusahaan justru jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah mereka yang lulus. 

tempatpinjamuang-Baik Raihan, Sheila maupun Iqbal, sudah paham dengan permasalahan ini. Saat masuk ke universitas negeri di Jakarta, mereka mesti berkompetisi ketat dengan para lulusan lain yang juga mempunyai nilai baik. Saat lulus nanti, mereka juga akan kembali berkompetisi untuk mendapat pekerjaan sesuai kemampuan. 

tempatpinjamuang-“Kalau saya sih udah mencar ilmu ngedit video buat nambahin portofolio. Di jurusan ini pernah soalnya kebagian shooting bikin film gitu buat cobaan tengah semester, dan lantaran bayar editor mahal, saya menimba ilmu sendiri belajar. Kebetulan yang punya laptop gaming yang mumpuni ya saya doang. Makara yang tadinya mencar ilmu lantaran keperluan tugas, eh kini jadi ditekuni,” papar Iqbal. 

tempatpinjamuang-Hal serupa juga dibilang oleh Raihan. Dirinya juga pernah kedapatan mata kuliah komunikasi massa dimana kiprah selesai mereka berafiliasi dengan keahlian khusus menyerupai menghasilkan film. “Iya bener kata Iqbal, meski jurusan kita Ilmu Sosial Ilmu Politik, tetapi belajarnya gak cuma teori, ada praktek juga yang menuntut kita punya keahlian. Seperti bikin film, jadi pemainnya juga kan susah, trus pecahan bikin naskah juga susah, kalau kita asal kerjain, nilai cobaan jadi jelek dong!” sahutnya. 

Indonesia negara ketiga penghasil lulusan perguruan tinggi

Jenjang Karier
Lulusan perguruan tinggi di Indonesia (Ilustrasi by Shutterstock).

tempatpinjamuang-Setelah India dan Brasil, Indonesia ternyata menempati peringkat ketiga selaku negara dengan kemajuan lulusan universitas lebih dari 4 persen per tahun. Seharusnya, perusahaan tidak kesusahan dalam mencari karyawannya. Tetapi mereka senantiasa berbenturan dengan keahlian apa yang dimiliki oleh kandidat pekerja tersebut dengan keperluan perusahaan. Seringnya justru mereka dihadapkan dengan kandidat pelamar yang kurang kompeten. 

tempatpinjamuang-Keahlian ialah langkah utama di sekarang ini dalam mendapat pekerjaan, pasti ini akan kokoh dengan jenjang karier di kemudian hari. Selain itu, para mahasiswa tadi juga mesti mempunyai critical skills jikalau ingin meningkat lebih baik dan masuk jajaran administrasi perusahaan. Apalagi di kala digital di saat ini, mempunyai keahlian di seputar itu akan menjadi poin tambahan. 

tempatpinjamuang-Satu hal lagi yang wajib dimiliki generasi milenial di sekarang ini yaitu global skill, atau kesanggupan berbahasa asing. Banyaknya perusahaan absurd yang masuk ke Indonesia, dapat menjadi opsi mereka di saat lulus nanti. Artinya, jenjang karier diputuskan oleh pengalaman dan keahlian yang dimiliki, bukan sekedar ijazah jikalau ingin berkompetisi di dunia kerja kini ini. (Editor: Winda Destiana Putri).

Tags : , , , , ,

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed