Menu
Info seputar keuangan peminjaman uang di seluruh Indonesia

Harga Gas Industri Sudah Murah, Pabrik di RI Bisa Bersaing? – TPMNews

  • Bagikan

Jakarta, tpmnews – Pemerintah sudah memberikan stimulus harga gas untuk industri seharga US$ 6/mmbtu selama setahun terakhir. Apakah industri sudah bisa bersaing dengan produk impor?

Wakil Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia Achmad Widjaja, meminta kalangan Pengusaha yang menerima stimulus ini untuk mengevaluasi output atau hasilnya. Jangan sampai stimulus besar dari Pemerintah ternyata tidak membawa banyak hasil.

“Ke depan karena dengan anggaran Covid-19 plus juga ada subsidi-subsidi kantong pemerintah berkurang. Industriawan harus berpikir dari sekarang, misalnya menginovasikan produk disamping efisiensi yang sudah klasik, apa perlu penambahan teknologi, dan lainnya supaya memaksimalkan stimulus pemerintah secara efektif,” katanya kepada tpmnews, Rabu (9/6/21).

Ungkapan itu terlontar mengingat saat ini pemerintah sedang kesulitan dana akibat penanganan Covid-19. Ditambah stimulus untuk industri, jangan sampai anggaran yang keluar tidak sebanding dengan hasil yang dikerjakan. Salah satunya dalam persaingan melawan produk-produk impor yang memiliki harga murah akibat efektifitas produksi.

“Kalau ada apa-apa, impor lalu distop nanti dibikin safeguard, itu bisa langgar WTO, metode zaman-zaman dulu. Industri nggak bisa nuntut terus ke pemerintah, harus bahu-membahu. Kalau industri nggak berinovasi, penjualan berkurang, pajak berkurang, pemerintah nggak dapat income. Sama-sama ambruk bersama,” kata Achmad.

Dorongan itu harus membuat industri lebih terpacu, utamanya perusahaan yang mendapat stimulus dari tujuh sektor, yakni yakni pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet.

“Mulai cari alternatif feedstock karena selama ini feedstock kita masih 100%, impor ke depan ada beberapa projek pemanfaatan bahan-bahan lokal untuk feedstock seperti biomass. Mudah-mudahan nggak lama lagi ada industri pionir yang coba terjun di bahan baku alternatif ini,” kata Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) Fajar Budiono.

Selain itu, Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim juga mengaku industrinya telah mendapat manfaat dari diskon harga gas industri. Seharusnya akan ada timbal balik dari industri baja ini

“Mampu menekan biaya operasi. Hematnya 3,13% dari biaya opex (operational expenditure). Iya mesti bisa bersaing asal produk apple to apple,” katanya kepada tpmnews, Rabu (9/6/21).

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Sumber tpmnews

  • Bagikan
id_IDIndonesian