oleh

Cara Menjumlah Bpjs Ketenagakerjaan [Plus Simulasinya]

tempatpinjamuang-Cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) bergantung pada besaran honor karyawan. Semakin besar honor karyawan, kian besar pula potongan BPJS setiap bulannya. Nah, sebelum diskusikan lebih lanjut soal perkiraan iurannya, perlu dimengerti bahwa BPJSTK bersifat wajib. 

tempatpinjamuang-Pasalnya, sesuai Peraturan Pemerintah No.84 Tahun 2013 terkait Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), setiap perusahaan yang memberdayakan 10 orang atau lebih atau membayarkan upah minimal Rp1 juta per bulan, wajib mendaftarkan pekerjanya dalam Program BPJS Ketenagakerjaan. 

tempatpinjamuang-Berikut ini besaran iuran dan cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan 2021 menurut jenis agenda yang tersedia: 

Bacaan

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

tempatpinjamuang-Manfaat yang diberikan JHT berupa duit tunai yang berasal dari akumulasi iuran BPJS Ketenagakerjaan dibarengi bunga hasil pengembangan dana.

tempatpinjamuang-Hasil ini pastinya diberikan secara sekaligus di saat peserta sudah memasuki usia pensiun (56 tahun), meninggal dunia, atau cacat total tetap. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Hari Tua yang mesti dibayarkan. 

  • Pekerja akseptor upah 5,7 persen dari gaji
    • 2 persen dibayarkan oleh pekerja 
    • 3,7 persen dibayarkan oleh perusahaan
  • Pekerja bukan akseptor upah 2 persen dari penghasilan yang dilaporkan
  • Pekerja migran Indonesia sebesar Rp105-600 ribu per bulan

Simulasi cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan JHT

Sinta menemukan penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Iuran yang mesti dibayarkannya, yaitu:

Pekerja akseptor upah

  • Perusahaan Sinta membayarkan: 3,7% x Rp6 juta = Rp222 ribu
  • Sinta membayarkan (potong gaji): 1% x Rp6 juta = Rp60 ribu

Pekerja bukan akseptor upah:

  • Sinta membayarkan: 2% x Rp6 juta = Rp120 ribu

2. Jaminan Pensiun (JP)

tempatpinjamuang-Manfaat jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan diberikan secara terstruktur setiap bulannya menyerupai gaji. Hal inilah salah satu perbedaan JHT dengan Jaminan Pensiun.

tempatpinjamuang-Adapun fungsinya sudah menyediakan jaminan pensiun biar tetap memiliki kehidupan yang layak di saat peserta memasuki usia pensiun atau mengalami cacat tetap total. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Pensiun yang mesti dibayarkan.

  • Pekerja akseptor upah 3 persen dari gaji
    • 1 persen dibayarkan oleh pekerja 
    • 2 persen dibayarkan oleh perusahaan

Simulasi cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan JP

Sinta menemukan penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Maka, cara mengkalkulasikan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan untuk iurannya  yaitu:

  • Perusahaan Sinta membayarkan: 2% x Rp6 juta = Rp120 ribu
  • Sinta membayarkan (potong gaji): 1% x Rp6 juta = Rp60 ribu

3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

tempatpinjamuang-Sesuai dengan namanya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menyediakan santunan tunai bila peserta mengalami risiko kecelakaan kerja. Sementara untuk iuran JKK diadaptasi dengan risiko kerja. 

Berikut ini besaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang mesti dibayarkan. 

  • Pekerja akseptor upah 0,24 – 1,74 persen dibayarkan perusahaan. Sementara persentasenya tergantung dari besarnya risiko, seperti:
    • Tingkat risiko sungguh rendah, sebesar 0,24 persen dari upah.
    • Tingkat risiko rendah, sebesar 0,54 persen dari upah.
    • Tingkat risiko sedang, sebesar 0,89 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi, sebesar 1,27 persen dari upah.
    • Tingkat risiko tinggi banget, sebesar 1,74 persen dari upah.
  • Pekerja bukan akseptor upah 1 persen dari penghasilan yang dilaporkan.
  • Jasa konstruksi mulai dari 0,21 persen yang nilainya menurut nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia sebesar Rp370 ribu.

Simulasi cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan JKK

Sinta menemukan penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Pekerjaan yang dijalankan oleh Sinta terhitung risiko rendah. Maka iuran yang mesti dibayarkannya:

Pekerja akseptor upah

  • Perusahaan Sinta membayarkan: 0,54% x Rp6 juta = Rp32.400

Pekerja bukan akseptor upah

  • Sinta membayarkan: 1% x Rp6 juta = Rp60 ribu

Sementara cara mengkalkulasikan BPJS Proyek bila nilai proyek Rp2 miliar

  • Jasa konstruksi mesti membayarkan: 0,21% x Rp2 miliar = Rp4,2 juta

5. Jaminan Kematian (JK)

tempatpinjamuang-Manfaat Jaminan Kematian (JK) dari BPJS Ketenagakerjaan yakni menyediakan santunan meninggal dunia akhir kecelakaan kerja. Santunan tunai atas jaminan selesai hidup diberikan secara sekaligus terhadap luar biasa waris. 

tempatpinjamuang-Besaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang mesti dibayarkan adalah 

  • Pekerja akseptor upah 0,3 persen dari honor yang dilaporkan dan dibayarkan perusahaan.
  • Bukan akseptor upah Rp 6.800 per bulan.
  • Jasa konstruksi mulai dari 0,21 persen yang nilainya menurut nilai proyek.
  • Pekerja migran Indonesia Rp370 ribu.

Simulasi cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan JK

Sinta menemukan penghasilan setiap bulan sebesar Rp6 juta. Maka iuran yang mesti dibayarkan setiap bulannya

Pekerja akseptor upah:

  • Perusahaan Sinta membayarkan: 0,3% x Rp6 juta = Rp18 ribu

Sementara cara mengkalkulasikan BPJS Proyek bila nilai proyek Rp2 miliar:

  • Jasa konstruksi mesti membayarkan: 0,21% x Rp2 miliar = Rp4,2 juta

tempatpinjamuang-Sekarang udah tahu kan bagaimana cara mengkalkulasikan BPJS Ketenagakerjaan tiap bulan untuk sanggup menikmati agenda dari BPJS Ketenagakerjaan? Makara pastinya berlainan dengan cara mengkalkulasikan BPJS Kesehatan.

tempatpinjamuang-Untuk mendapat perlindungan maksimal, kau juga sanggup melengkapi jaminan hari renta atau pensiun dengan asuransi orang tua. Dengan begitu, santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tidak akan terusik di saat mengalami risiko kesehatan sekalipun.

Selain BPJSTK, jangan lupa untuk sisihkan sebagian honor untuk asuransi ya. Salah satunya kau sanggup alokasikan untuk asuransi jiwa. Dana hasil pengelolaan dari asuransi jiwa sanggup dijadikan warisan atau ditarik di saat pensiun sepantasnya BPJSTK.

Cari tahu apa produk asuransi jiwa yang cocok dengan bujet dan kebutuhanmu di sini.

Kalau kau masih punya pertanyaan terkait apa faedah BPJS Ketenagakerjaan, jangan ragu untuk berkonsultasi secara pribadi di Tanya tempatpinjamuang.

Pertanyaan Terkait BPJS Ketenagakerjaan

Apa saja syarat dan faedah Jaminan Hari Tua (JHT)?

Pencairan dana JHT sanggup ditangani dengan menyanggupi beberapa syarat. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 60 Tahun 2015. Berikut syarat pencairan dana untuk layanan JHT.

  • Pencairan JHT  sebesar 10 persen dan 30 persen cuma sanggup ditangani untuk peserta yang masih bekerja, dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun. Sebanyak 10 persen untuk dana antisipasi pensiun, sedangkan 30 persen untuk ongkos perumahan.
  • Sementara pencairan hingga 100 persen cuma diperuntukan bagi peserta yang sudah resign atau PHK dengan menyanggupi hal berikut ini.
    • Peserta mesti menanti minimal 1 bulan sejak keluar dari pekerjaan.
    • Harus memiliki paklaring.
    • Memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.
    • Kepesertaan mesti dalam kondisi nonaktif.
    • Membawa dokumen kriteria pencairan.

Apa saja syarat dan faedah Jaminan Pensiun (JP)?

  • Peserta yang sudah mengeluarkan duit iuran minimum 15 tahun atau 180 bulan akan mendapat duit tunai bulanan di saat memasuki usia pensiun hingga meninggal dunia.
  • Ahli waris yang terdaftar juga akan mendapat duit tunai bulanan hingga meninggal dunia atau menikah lagi.
  • Peserta yang mengalami cacat alasannya yakni kecelakaan kerja akan mendapat bantuan duit tunai bulanan dengan density rate minimal 80 persen.
  • Anak yang menjadi luar biasa waris peserta juga akan mendapat duit tunai bulanan hingga usia 23 tahun.

Seperti yang sudah diterangkan di atas, peserta akan mendapat dana secara terstruktur setiap bulan dengan nilai optimal meraih 40 persen dari upah. Jadi, meskipun gak melakukan pekerjaan kau tetap mendapat duit bulanan dari BPJS.

Apa saja syarat dan faedah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)?

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor. 82 Tahun 2019 wacana Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian:

  • Bantuan perawatan sesuai dengan keperluan medis dengan nilai tanpa batas.
  • Mendapat 48 kali upah untuk santunan kematian.
  • Ahli waris (anak) juga mendapat bantuan beasiswa sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak.
  • Jika terjadi kecelakaan kerja, perusahaan wajib menghasilkan laporan kecelakaan dan mengirimnya terhadap pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak lebih dari 2×24 jam sejak terjadinya kecelakaan.

Apa saja syarat dan faedah Jaminan Kematian (JK)?

  • Mendapat bantuan ongkos pemakaman senilai Rp3 juta
  • Diberikan dana senilai Rp4,8 juta selama 24 bulan yang diberikan sekaligus.
  • Ahli waris mendapat duit tunai senilai Rp36 juta.
  • Sama menyerupai JKK, satu orang anak selaku luar biasa waris akan mendapat beasiswa sebesar Rp12 juta.
  • Terakhir luar biasa waris mendapat santunan senilai Rp6,2 juta.

Bagaimana cara mengkalkulasikan saldo BPJS Ketenagakerjaan?

Cara mengkalkulasikan saldo BPJS Ketenagakerjaan terbagi menjadi dua kategori, yakni Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Untuk Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan yakni optimal sebesar 40 persen dari gaji. Jadi, perkiraan pencairan BPJS Ketenagakerjaan bila honor yang dilaporkan Rp6 juta maka, jaminan pensiun yang sanggup kau dapatkan optimal Rp2,4 juta per bulan.

Sementara untuk cek saldo Jaminan Hari Tua (JHT), ada beberapa sistem yang sanggup kau pilih. Di antaranya, yaitu:

  • Lewat situs resmi BPJS Ketenagakerjaan
  • Lewat aplikasi BPJSTKU Mobile
  • Lewat SMS
  • Lewat ATM
  • Datang pribadi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana cara bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan?

  • Datang pribadi ke kantor pusat/cabang BPJS Ketenagakerjaan
  • Melalui ATM Bank Mandiri, BRI, dan BNI

Cara bayar iuran lewat ATM yang sudah berhubungan dengan BPJSTKU:

  1. Lakukan registrasi EPS BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapat arahan iuran
  2. Kunjungi ATM Mandiri, BNI, atau BRI terdekat
  3. Masukkan kartu ATM dan PIN
  4. Pilih Bayar/Beli
  5. Pilih BPJS → BPJS Ketenagakerjaan
  6. Pilih e-Payment (EPS BPJS Ketenagakerjaan)
  7. Masukkan arahan iuran yang berstatus UNPAID dan pilih Benar
  8. Pastikan arahan iuran, nama perusahaan, dividi, npp, bulan iuran, dan total iuran sudah benar
  9. Pilih nomor 1 → Ya/Yes
  10. Jika berhasil layar ATM akan menampilkan BPJS Ketenagakerjaan kau berstatus PAID
  11. Untuk menentukan pembayaran berhasil dilakukan, kerjakan Log In di akun EPS kamu. Kemudian cek, apakah status BPJSTKU berganti menjadi PAID.

Bagaimana bila sudah bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan?

Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan mesti ditangani setiap bulannya paling lambat tanggal 15 oleh perusahaan. Jika telat makan akan dikenakan denda dua persen pada setiap bulan keterlambatan.

Jadi, misal kau memiliki honor Rp5 juta nett kemudian perusahaan telat membayarkan iuran selama 2 bulan. Maka, denda yang dikenakan

2% x Rp5 juta x 2 bulan = Rp200 ribu

Seperti apa hukuman BPJS Ketenagakerjaan?

Ada hukuman tersendiri bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan. Begitupun dengan peserta yang tidak membayarkan atau memungut iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi perusahaan, sanksinya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2013 wacana Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pemberi Kerja.

Sanksinya berupa teguran tertulis, denda tidak mendapat pelayanan publik, tidak sanggup perizinan usaha, tidak sanggup ikut tender proyek, hingga tidak diizinkan memberdayakan tenaga kerja asing.

Sementara untuk individu yang tidak membayarkan atau memungut iuran BPJS Ketenagakerjaan, sanggup dikenai pidana penjara paling usang delapan tahun atau pidana denda paling tinggi sebesar Rp 1 Miliar sesuai UU No. 24 tahun 2011 pasal 55.

Tags : , ,

News Feed