oleh

Manfaat Bpjs Kesehatan Plus Asuransi [Karyawan Perlu Tahu]

Hayo, siapa yang masih belum jadi akseptor BPJS Kesehatan? Menurut Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2013, ikut BPJS ini diusulkan buat semua penduduk Indonesia, dikarenakan faedah BPJS yang menjamin ongkos kesehatan bagi seluruh warga Indonesia tanpa pandang bulu.

Kalau kita berstatus pekerja, malah wajib hukumnya ikut BPJS. Sebab, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013 antara lain disebutkan bahwa usahawan yang memberdayakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih atau mengeluarkan duit upah paling sedikit Rp 1 juta sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam kesibukan jaminan sosial tenaga kerja.

Sebagaimana dikelola dalam UU No. 24 Tahun 2011 mengenai BPJS, Pemberi Kerja secara sedikit demi sedikit wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya selaku akseptor terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai dengan kesibukan jaminan sosial yang diikuti, merupakan termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, tidak sanggup salah satunya saja.

Apabila tidak mengikutsertakan pekerjanya secara sedikit demi sedikit ke BPJS (Kesehatan maupun Ketenagakerjaan) dan cuma mengikutkan pekerjanya salah satu kesibukan BPJS saja, pemberi kerja sanggup dikenakan hukuman administratif.

tempatpinjamuang-Ditambah lagi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sudah meneken perjanjian dengan pemerintah untuk mengikutkan karyawannya ke kesibukan BPJS Kesehatan paling lambat Januari 2015.

tempatpinjamuang-Kalau hingga tenggat itu masih ada pekerja yang belum terdaftar di BPJS, ada sanksinya buat pemberi kerja. Yaitu mulai dari teguran, denda, hingga tidak dilayani dalam pelayanan publik tertentu. 

tempatpinjamuang-Karena itulah usahawan berbondong-bondong “menyeret” karyawannya biar ikut kesibukan nasional ini. Meski perusahaan itu sebenarnya sudah punya kepraktisan asuransi kesehatan swasta.

Jangan khawatir, mengorganisir kebutuhan BPJS Kesehatan gak ribet kok! Bahkan, kau sanggup bayar iuran bulanan lewat tempatpinjamuang, lho!

tempatpinjamuang-Ini yang jadi pertanyaan. Kenapa walau sudah ada asuransi swasta, tetapi masih disuruh ikut BPJS?

tempatpinjamuang-Pemerintah sudah punya jawabannya. Menurut pemerintah, BPJS Kesehatan dan asuransi swasta saling melengkapi. Itu sebabnya ada kerjasama faedah BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta.

Manfaat BPJS Kesehatan dan asuransi dalam kerjasama manfaat

tempatpinjamuang-Pada Juni 2014, pemerintah lewat BPJS Kesehatan sudah menandatangani kolaborasi kerjasama manfat (coordination of benefit/CoB) dengan sejumlah perusahaan asuransi swasta. Daftar perusahaan yang ikut denah kerjasama faedah ini sanggup dilihat di situs BPJS Kesehatan.

tempatpinjamuang-Dengan adanya kolaborasi ini, akseptor BPJS sanggup mendapat faedah lebih banyak di saat terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit. Contohnya seumpama yang dialami Ricky, yang jantungnya mesti dipasangi ring.

tempatpinjamuang-Ricky sukses “naik kelas” dikala dirawat di rumah sakit berkat kerjasama faedah BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta. Awalnya, Ricky mengalami tanda-tanda penyakit jantung.

tempatpinjamuang-Dia kemudian mengontak perusahaan asuransi swasta yang ia ikuti lewat kantornya untuk menanyakan soal CoB dengan BPJS ini. Dan, ternyata kesibukan itu sanggup ia temukan dengan mekanisme:

  • Perawatan dimulai dari kepraktisan kesehatan terbawah seumpama tata cara tumpuan BPJS
  • Pasien memakai kartu BPJS dan asuransi swasta dari kepraktisan kesehatan terbawah hingga rumah sakit
  • Rawat jalan lanjutan sanggup eksklusif masuk ke poli eksekutif
  • Rawat inap lanjutan sanggup eksklusif masuk ke kelas di atas yang ditetapkan BPJS

tempatpinjamuang-Itu pemberitahuan aturan CoB di rumah sakit yang melakukan pekerjaan sama dengan BPJS Kesehatan. Kalau mau dirawat di rumah sakit non-BPJS, sanggup juga. Tapi cuma boleh rawat inap.

tempatpinjamuang-Caranya, ongkos dibayar dahulu oleh pasien, yang kemudian meminta reimbursement ke perusahaan asuransi. Nah, perusahaan asuransi ini akan meminta reimbursement juga ke BPJS, tetapi optimal diganti sesuai dengan tarif rumah sakit tipe C menurut aturan INA CBGs.

tempatpinjamuang-Dalam kasus Ricky, ia ingin dirawat di poli direktur dan dipasangi ring jantung bermutu di atas rata-rata di rumah sakit yang melakukan pekerjaan sama dengan BPJS. Karena itu, ia mempergunakan kerjasama faedah BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta ini.

tempatpinjamuang-Sesuai dengan mekanisme BPJS, ia pertama kali tiba ke puskesmas untuk meminta surat tumpuan ke tempat tinggal sakit. Sebagai peserta BPJS kelas I, ia sebaiknya cuma sanggup dirawat di kamar kelas I rumah sakit itu.

tempatpinjamuang-Tapi berkat CoB, ia sanggup naik kelas ke poli eksekutif/ VIP. Namun pastinya ia tak eksklusif minta poli eksekutif.

tempatpinjamuang-Kepada rumah sakit, ia menyampaikan niatnya memakai CoB dengan menyampaikan kartu BPJS dan kartu asuransi swasta. Nantinya rumah sakit akan mencatatnya, sehingga setelah semua proses simpulan perusahaan asuransi sanggup mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan.

tempatpinjamuang-Berkat kerjasama faedah itu, Ricky sanggup mendapat perawatan di ruangan yang lebih memadai. Selain itu, ring jantung yang ia pakai lebih berkualitas.

Menanggung ongkos operasi pemasangan ring jantung

BPJS menanggung ongkos pemasangan ring jantung optimal Rp 87 juta, tetapi Ricky ingin memasang ring seharga Rp 100 juta. Lewat kerjasama faedah BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta, hasrat Ricky itu sanggup terlaksana. Selisih harga ring yang sebesr Rp 13 juta itu bakal ditanggung asuransi swasta.

tempatpinjamuang-Menurut Ricky, kesibukan kerjasama faedah ini elok banget buat semua pihak terkait, dari pasien, rumah sakit, BPJS, hingga perusahaan asuransi. Tapi pasien mesti mengikuti mekanisme pelaksanaan kesibukan ini dengan benar. Seperti layanan resmi lain, mekanisme sangatlah penting.

tempatpinjamuang-Karena bila keliru dalam prosedur, bisa-bisa pasien yang menanggung sendiri ongkos pengobatannya. Misalnya ujuk-ujuk minta naik kelas, padahal asuransi yang ia ikuti tak ikut kesibukan CoB dengan BPJS.

Yang penting, kata Ricky, pasien mesti taat semua aturan. Sebab kesibukan ini melibatkan tiga pihak sekaligus, merupakan rumah sakit, perusahaan asuransi, dan BPJS. “Kalau gak taat aturan, jangan harap mendapat pelayanan yang diinginkan,” katanya.

Punya pertanyaan lain terkait BPJS Kesehatan? Kamu sanggup lho menanyakannya eksklusif ke pakar asuransi lewat fitur Tanya tempatpinjamuang!

Tags : , ,

News Feed